Ditanya Soal PL 19 Paket Kadis PU Kabupaten 50 “Arogan”

Iklan Semua Halaman

.

Ditanya Soal PL 19 Paket Kadis PU Kabupaten 50 “Arogan”

Sku Metropolitan
Rabu, 20 Juli 2016
Payakumbuh, Metro - Gaya dan ekting seorang pejabat negara yang menutupi bokbrok kedok kotornya yang menunjukan tempramentalnya di hadapan wartawan yang seronok dan arogan yang di pertontontan bernuansa gaya preman terlihat nampak menutupi kesalahan atau malah sebaliknya ketakutan. Hal itu ditunjukkan Kadis PU Kabupaten 50, Edwar saat di komfirmasi wartawan soal proyek penunjukan langsung (PL) lebih kurang 19 paket yang bersumber dari dana bantuan provinsi Sumbar tahun anggaran 2016.
 
Pada  hari yang sama wartawan memcoba mengkomfirmasi sekretaris daerah (Sekda) Yendri Thomas di kantor Bupati Kab. 50 kota yang pernah menjabat Plt. Bupati semasa pasca pemilukada. Yendri Thomas  mengatakan, kepada awak media Kadis PU 50 Kota orangnya lain itu “ emosinya sangat tinggi” saya perna memberitaukan kepada beliau (Edwar-red) dana bantuan provinsi Sumbar yang di peruntukan kepada program Dinas Pekerjaan Umum Kab. 50 Kota dapat di pergunakan tahun 2016 bukan tahun kemarin (2015). Edwar ngotot menunjuk kontraktor untuk berkerja mengerjakan proyek tersebut, kalau tidak salah lebih kurang 19 paket. Sekarang Dinas DPPKAD tidak bisa membayarkan sebab anggaran tersebut belum dapat di cairkan,  adapun gugatan yang sudah di ajukan ke Pengadilan Negeri (PN) untuk menggugat secara perdata yang dilakukan oleh kontraktor melalui kuasa hukumnya, Pemerintah Kab. 50 Kota jika mengalami kekalahan nantinya di Pengadilan Negeri Tanjung Pati Pemda 50 Kota Akan kasasi atau banding.

Program tersebut telah didahului oleh Edwar Kadis PU Kab. 50 Kota, dan menunjuk rekanan untuk bekerja. Salah seorang kontraktor yang tak mau namanya di sebutkan dalam koran ini mengatakan kepada wartawan, kami sudah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Dinas Pekerjaan Umum Kab. 50 Kota berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK). Namum saat pengurusan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Asset Daerah (DPPKAD) ternyata program pekerjaan 19 paket bantuan provinsi Sumbar bidang irigasi, Dranase, dan lainnya belum dapat di bayarkan sebab ada Pergub yang mengatur bahwa dana bantuan provinsi dapat di pergunakan pada tahun 2016 bukan untuk di pakai tahun 2015, kami sudah bersedekah kepada negara sebut kontraktor kepada wartawan dengan nada kecewa. 

Kontraktor di Kab. 50 Kota ia juga terkena musibah modus perayuan dan tipu muslihat Kadis PU Kab.  50 Kota yang di berikan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk tahun 2015 proyek penunjukan langsung (PL) untuk proyek irigasi. Kontraktor mengatakan kepada wartawan pekerjaan yang sudah saya selesaikan tahun kemarin 2015 yang tidak di bayar Pemda 50 Kota, sudah di ganti oleh Kadis PU 50 Kota EDWAR dengan proyek tahun sekarang dengan 2 paket proyek, bagi saya sudah lebih menutupi kerugian tahun kemarin ungkap kontraktor tersebut kepada awak media.(ST/DN)