“Kondisikan Secara Kerabat” Proyek RSAM Bukittinggi Diduga Tidak Sesuai Prosedur

Iklan Semua Halaman

.

“Kondisikan Secara Kerabat” Proyek RSAM Bukittinggi Diduga Tidak Sesuai Prosedur

Sku Metropolitan
Rabu, 20 Juli 2016
Bukittinggi, Metro - Setelah mengkroscek kelapangan bahwa pekerjaan renovasi dan rehabilitasi Bantuan Lansung Umum  Daerah (BLUD) Prov. Sumbar tahun anggaran 2016. Dana tersebut diluncurkan untuk Rumah Sakit Ahmad Muktar (RSAM) Bukittinggi yang merupakan asset Prov. Sumbar yang terletak di giografis peta wilayah Kota Bukittinggi. Namum penunjukan pelaksana proyek tersebut diduga tidak sesuai prosedur, terkesan menunjuk kerabat yang tidak ahli di bidangnya.
 
Directur RSAM Bukittinggi Hemawati,  yang terlihat lugu dan tak mau tau soal proyek renovasi RSAM terkesan “pengkondisian secara kolega dan kerabat”. Hal ini terbukti sudah bekerja rekanan yang di tunjuk oleh pihak PPATK RSAM, padahal jauh hari sebelumnya rekanan yang akan di janjikan untuk bekerja sudah melengkapi semua administrasi kebutuhan untuk dokumentasi penujukan langsung (PL).  Proyek renovasi RSAM ada beberapa item dan meminta profil company dari para kontraktor sesuai dengan kemampuan dalam melakukan pekerjaan yang pernah dikerjakan sebelumnya di pemerintahan Kota Bukittinggi.  Tetapi persyaratan itu tidak diindahkan oleh PPTK, Gusbet yang menjabat sebagai bagian umum. Gusbet memilih kerabatnya yang diduga tidak profesinal di bidangnya. Demikian diungkapkan kontraktor yang gagal mendapatkan pekerjaan tersebut.

Directur Rumah Sakit Ahmad Mucktar (RSAM) Bukitttinggi Ermawati mengarahkan kepada  bagian umumnya, dan titip saja pada beliua (Gusbet) terang Ermawati  saat kala itu  “Gusbet  yang sekaligus menjabat PPTK Proyek di Rumah Sakit Ahmad Mucktar.  Ketika calon rekanan saat bertemu dengan Gusbet,  meminta suatu surat rekomendasi bahwa perusahaan yang pernah bekerja harus di rekomendasikan dari PPK instansi terkait ungkap Gusbet. Padahal perusahaan yang akan mengikuti tender tersebut sudah mempunyai pengalaman yang banyak sebagai pelaksana di beberapa SKPD Bukittinggi. Kontaktor tersebut mengatakan, Gusbet tidak perlu memberikan banyak alasan yang tidak masuk diakal kalau tidak mau memberikan pekrjaan kepada peruhaan yang berpengalaman dan lebih memilih kerabatnya, tegasnya kepada METRO.

.yang di contohkan oleh calon rekanan tersebut” yang menjadi ironisnya perusahaan (PT) yang di miliki oleh calon rekanan Bukittinggi ini sudah banyak pengalaman kerjanya mulai dari tender sampai penunjukan lansung di beberapa SKPD Bukittinggi dan campany profaelnya sudah  ada pengalaman progresnya kerjanya jadi tak usah untuk berkila hendak tidak memberi tegas rekanan tersebut,  kepada wartawan metropolitan.

Di tempat terpisah wartawan metropolitan mencoba mengkomfirmasi Kabag umum  RSAM Gusbet via telepon pada  (21/06/2016) yang selaku PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Kerja) saat ditanya awak media tentang ketidak trasparanan dalam penggunaan anggaran Negara  yang di lakukan oleh pejabat publik. Proyek yang sedang dikerjakan tidak dilengkapi dengan plank proyek yang di pasang di sekitar lokasi Rumah Sakit Ahmad Mucktar.  Gusbet mengatakan kepada wartawan,  planknya ada pak sudah kami pasang, tetapi tidak memberitahukan di mana letaknya di pasang plank tersebut sambil menutut ponselnya”  Undang – Undang  14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public masyarakat harus mengatahui  yang bersumber  dari APBN/APBD apa lagi PERPRES NO. 70 TAHUN 2012 Tentang Pedoman Pengadaan Barang dan jasa sudah mengatur keseluruhannya tentang pekerjaan fisik.

Direktur eksekutif  Badan Investigasi Demokrasi Informasi Keadilan Republik Indonesia (BIDIK-RI) S. Satrio Tanjung, SH menduga bahwa adanya indikasi permainan kongkalikong atau kedekatan kepada seseorang rekanan yang sudah menjadi kolega  tahunan dari RSAM tersebut, ini sumber informasi yang harus kita buka nantinya di hadapan penegak hukum yang tidak faer  memilih rekanan kerja yang profisional imbuh Samsir Satrio Tanjung. (ST/DN)