Oknum Kodim 0304 Diduga Sewakan Rumah Dinas

Iklan Semua Halaman

.

Oknum Kodim 0304 Diduga Sewakan Rumah Dinas

Sku Metropolitan
Rabu, 20 Juli 2016
 Bukittinggi, Metro - Memelihat kondisi rumah dinas (Rumdis) Kodim 0304 Agam memprihatinkan, terkesan anggota TNI kodim 0304  dan purnawirawannya memilih tinggal bersamaan dengan keluarga yang aktif (Bertugas-red). Rumah dinas sudah tidak layak huni sebab perawatan dan pemeliharaannya kurang di perhatikan  atau sebaliknya tidak ada anggaran untuk Rumdis (Rumah Dinas), hal ini terpantau pada kondisi di komplek rumah dinas kodim 0304 Agam/Bukittinggi.

Wartawan Metropolitan mencoba mengkomfirmasi Kepala Staf Kodim 0304 Agam (Kasdim) Marjoni (24/06/2016) saat meminta tanggapan seputar dugaan “ Sewa Rumdis Kodim 0304 Agam Kepada Warga Bervariasi” marjoni spontan saja mengatakan kepada wartawan masalah itu saya tidak tau semua informasi harus melalui pimpinan (Dandim-red). Warga yang tinggal  di rumdis semua keluarga TNI sambil berkila Marjoni mengatakan kepada Metro siapa narasumbernya ? jawab wartawan METRO nara sumbernya off the recort setelah hal itu berlalu, Marjoni tiba – tiba saja meminta identitas wartawan,  wartawan melayani permintaan Kasdim (Marjoni), sambil berceloteh wartawan Metropolitan “sudah bapak photo copy semuanya. Marjoni berdalil mengatakan bukan, saya hanya mencatat nama saja saya kurang jelas melihat kalau tidak pake kacamata.”

Ketua tim Badan Investigasi  Demokrasi Informasi Keadilan Republik Indonesia (BIDIK RI)  Fajriansyah, SH mengatakan kepada Metropolitan, tidak relevan jika zaman yang demokrasi sekarang ini ada perilaku oknum yang berani bermain yang di duga menyewakan asset negara kepada yang tidak mempunyai hak dan kompentensinya apa lagi itu rumah dinas Kodim 0304 Agam yang seyogianya di peruntukan kepada prajurit /anggota TNI.

Itu bisa pintu masuk bagi kita sosial control masyarakat (BIDIK RI) untuk melaporkannya ke mabes TNI atau menyuratinya berdasarkan nanti kita menemukan bukti – bukti permulaan yang di temukan di lapangan untuk sebagai bahan untuk laporan kepada mabes TNI,  tegas Fajri. (ST/DN)