DPD Partai Nasdem Kabupaten Trenggalek Melakukan Bakti Sosial Donor Darah

Iklan Semua Halaman

.

DPD Partai Nasdem Kabupaten Trenggalek Melakukan Bakti Sosial Donor Darah

Sku Metropolitan
Selasa, 02 Agustus 2016
Trenggalek,  Metro. - Sejumlah pengurus dan kader partai Nasdem Kabupaten Trenggalek mendonorkan darahnya dalam rangka kegiatan memperingati HUT Garda pemuda yang bertempat di kediaman ketua Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Trenggalek, SABTU (23/7).
Ketua DPD partai Nasdem Trenggalek melalui sekretarisnya Maksum Abdul Hamid mengatakan, kegiatan bakti sosial donor darah ini bertujuan untuk membantu menjaga stok darah yang ada di PMI Trenggalek.
“Kegiatan ini wujud kepedulian kami para pengurus dan kader partai Nasdem kepada masyarakat. Dengan tujuan untuk menyelamatkan jiwa orang lain, semoga dengan aksi sosial ini dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan”. Harapnya.
Maksum menambahkan, kedepan kegiatan semacam ini akan menjadi agenda rutin, karena partai Nasdem ingin selalu dekat dengan masyarakat.
“Untuk donor darah kami bekerja sama dengan PMI cabang Trenggalek, selain pengurus partai dan para kader ada juga komunitas scooter menak sopal (SMOOT) Trenggalek dan masyarakat yang peduli untuk sesama,” pungkasnya.
Sementara itu ketua PMI Cabang Trenggalek Peny Mulyadi kepada metropolitan mengatakan, “Saat ini stok darah yang ada di PMI Trenggalek mencapai 10.000,- kantong darah dan ia berharap kepada masyarakat jangan ragu untuk menyumbangkan darahnya, karena mendonorkan darah tidak akan merugi karena selain menolong untuk sesama juga akan mendapat manfaat karena badan menjadi sehat dan yang lebih penting lagi akan mendapat pahala yang tak terhingga dari Tuhan Yang Maha Kuasa”, ujarnya.
Peny menambahkan seseorang untuk mendonorkan darahnya harus memenuhi persyaratan diantaranya ialah : usia antara 17 – 60 tahun (umur 17 tahun boleh mendonorkan darah asal ada izin dari orang tuanya) berat badan minimal 45 kg ; temperatur tubuh antara 36.6 – 37.5 derajat celcius ; tekanan darah baik yaitu sistole 110 – 160 MMHg. Diastole : 70 – 100 MMHg ; denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali per menit ; hemoglobin baik pria maupun wanita minimal harus 12,5 gram dan jumlah penyumbang pertahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbang sekurang-kurangnya 3 bulan”, pungkasnya.
Keadaan tersebut juga harus sesuai dengan keadaan umum pendonor, seseorang tidak boleh menjadi pendonor darah pada keadaan pernah menderita hepatitis B, tuberkolosis, sifilis, epilepsi dan sering kejang, ketergantungan obat, alkoholisme akut dan kronis, wanita sedang hamil atau menyusui resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS, serta pengidap HIV/AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah (Sar/Hadi).