Kabid Dikdas Sesalkan Pungutan di SMP Negeri 10 Tamsel

Iklan Semua Halaman

.

Kabid Dikdas Sesalkan Pungutan di SMP Negeri 10 Tamsel

Sku Metropolitan
Minggu, 14 Agustus 2016
Bekasi, METRO - Terkait pengutan biaya daftar ulang berdalih Sasuransi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP-N) Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, mendapat perhatian dari Kepala Bidang (Kabid) SMP) Dinas Pendidikan, Kusuma Ridwan.
 
Kusuma Ridwan menuturkan, segala pungutan disekolah harus melalui rapat orang tua siswa dengan pihak sekolah.  Apabila ada pungutan, seperti Asuransi dan Pakaian Seragam tanpa melalui rapat komite, orang tua siswa dan pengelola sekolah, disebut pungutan liar (Pungli).  Kami belum mengetahui ada pungutan untuk daftar ulang berdalih Asuransi di SMP Kabupaten Bekasi. Kejadian ini akan kami laporkan ke Kepala Dinas untuk ditindak lanjuti, katanya diruang kerjanya baru- baru ini.

Seperti diberitakan Koran ono pada edisi sebelumnya, pengelola sekolah melakukan pungutan uang sebesar Rp 75. 000/siswa sat melakukan daftar ulang, sehingga dianggap sangat memberatkan.

‎Salah seorang wali siswa kepada awak media, baru- baru ini,  menuturkan, saat menerima laporan hasil belajar Peserta Didik yang biasa disebut Raport, para  siswa disuruh melakukan daftar ulang. Saat cucu saya melakukan dafar ulang petugas penerima daftara ulang menyuruh siswa mengganti pakaian seragam sekolah, padahl pada saat daftar ulang sekolah sedang suasana libur. Setelah Cucu saya kembali kesekolah dengan memakai seragam, disuruh lagi membayar biaya daftar ulang.   Karena daftar ulang tersebut sudah keputusan pengelolaa sekolah, kami terpaksa membayarnya, karena takut cucu saya dikeluarkan dari sekolah karena tidak turut dengan kebijakan sekolah, katanya. 

Dia menambahkan, sejak ibunya cucu saya meninggal, kami lah sebagai wali, sedangkan ayahnya tidak pernah datang. Semua biaya kebutuhan menjadi tanggung jawab kami, padahal Neneknya sudah pensiun, untung aja ada tetangga menyuruh saya memperbaiki pagar rumahnya. Uang yang diberikan pemilik rumah itu saya buat untuk membayar daftar ulang cucu saya, ujarnya.

Ketika biaya daftar ulang tersebut dikonfirmasi kepada Kepala SMP Negeri 10 Tambun Selatan, Joko,,,,mengatakan, “itu bukan daftar ulang  melainkan biaya Asuransi. Sekolah ini sudah dua tahun mengikuti sebagai Asuransi. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa biaya yang diterima dari siswa bukan untuk Daftar ulang” katanya diruang kerjanya baru- baru ini. 

Ditempat terpisah, H. BS salah seorang orang tua siswa menuturkan, baya kami bayarkan itu adalah untuk daftara ulang, Karen disaat daftar ulang kami dipaksa untuk membayar sebesar Rp 75.000. kalau Kepala sekolah mengatakan uang itu untuk biaya Asuransi, kenapa tidak ada pertemua dengan orang tua siswa? Kami tidak pernah diajak pengelola sekolah untuk membahas masalah Asuransi. Asuransi itu hanya kebijakan kepala sekolah tanpa melibatkan orang tua siswa, katanya. 

H. BS menambahkan,SMP Negeri 3 Tambun Selatan yang berlokasi di perumahan ini tidak ada pungutan biaya apun terhadap siswa yang mendaftar ulang, atau biaya Asuransi. Padahal jarang antara SMP 3 dan SMP 10 tidak begitu jauh, masih satu Desa. Kenapa ada perbedaan sekolah SMP? Kalau itu kebijakan pengelola sekolah seharusnya ada pertemuan orang tua siswa dengan pengelola sekolah, tambahnya. (dpt/Jabat)