Meraup Keuntungan Dari Uang Negara Pelaksana Diduga Bersekokongkol Dengan Pengguna Anggaran

Iklan Semua Halaman

.

Meraup Keuntungan Dari Uang Negara Pelaksana Diduga Bersekokongkol Dengan Pengguna Anggaran

Sku Metropolitan
Senin, 15 Agustus 2016
KETAPANG, METRO - Dugaan penyelewengan anggaran di tubuh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat mendapat perhatian serius dari Ketua LSM Peduli Kayong. Pelaksanaan pembangunan Infrastruktur yang menggunakan dana puluhan miliar rupian diduga terjadi Kolusi Korupsi da Nepotosme (KKN), hal itu di katakana Suryadi.

Suryadi  Ketua LSM Peduli Kayong Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat,  menuturkan, sesuai dengan data dan  fakta yuridis, yang berkaitan dengan adanya dugaan tindak pidana. Penyimpangan yang melanggar hukum dan penyalahgunaan tugas, jabatan, kewenangan diduga telah terjadi saat proses pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan pekerjaan peningkatan jalan Pelang – Batu Tajam yang menggunakan anggaran APBD tahun 2015 sebesar Rp. 23.662.047.000,00 (Dua puluh tiga milyar enam ratus enam puluh dua juta empat puluh tujuh ribu rupiah).

Dengan adanya dugaan penyalahgunaan penyimpangan, sangat penting untuk dipublikasikan kepada Publik . Sesuai  dengan data perlu dilakukan penyelamatan uang Negara melalui Penegak Hukum, kami akan melaporkan dugaan penyimpangan tersebut ke penegak hokum agara pelaku penyelewengan uang Negara segera ditindak lanjututi, tegasnya. 

Menurutnya, kalau hal tersebut dibiarkan, maka pembangunan infrastruktur tidak berjalan sesuai dengan harapan.  Berdasarkan spesifikasi umum secara teknis yang dilakukan oleh PT. Lingkar Persada, seharusnya menggunakan Quari pasir dari Sungai Pawan Ketapang yang tidak mengandung organix,  namun pada kenyataanya, mulai 4 Desember 2015, PT. Lingkar Persada, telah menggunakan Quari pasir yang mengandung organix berasal dari SP. Lima (5) Sungai Miang Desa Beringin Jaya Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang, dengan demikian diduga adanya pembiaran dan persekongkolan yang dilakukan oleh Kontraktor, PPK, dan PPTK Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ketapang . Dalam pelaksanaan pekerjaan peningkatan Jalan Pelang – Batu Tajam tidak sesuai  spesifikasi diduga  ada indikasi kerugian Negara sebesar kurang lebih Rp. 700.000.000,00 sesuai dengan temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Kalimantan Barat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rahmat, dari Dinas Pekerjaan Umum enggan berkomentar, saya tidak bersediaa memberikan komentar, silahkan saja kepada yang lebih berkompeten, katanya.

Suryadi Ketua LSM Peduli Kayong menambahkan, pengembalian administrasi dan hasil temuan BPK bukan berarti menghapuskan tindak pidananya, maka diminta kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Ketapang agar melakukan penyidikan kepada pelaksana pekerjaan dan pengguna anggaran terkait dengan hasil temuan BPK Kalimantan Barat tegas suryadi.

Sementara itu, Agus, sebagai mitra kerja  PT. Lingkar Persada ,saat di konfirmasi menjelaskan “bahwa dalam pelaksanaan proyek jalan Pelang - Batu Tajam ada pengembalian administrasi kurang lebih 2 Milyar, namun dalam pencairan Fisik pekerjaan telah dicairkan dananya 100 % (seratus persen)” tegasnya.  boy)