Pembangunan Mangkrak Gedung BLK Jadi Tempat Jemur Gabah

Iklan Semua Halaman

.

Pembangunan Mangkrak Gedung BLK Jadi Tempat Jemur Gabah

Sku Metropolitan
Selasa, 02 Agustus 2016
BEKASI, Metro - Pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang berlokasi di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, terlantar. Sejak dibangun beberapa tahun 2011 lalu, gedung mega proyek itu hingga kini belum berfungsi, karena belum selesai

Gedung BLK ternyata juga kini dimanfatkan masyarakata menjemur padi di siang hari, olah masyarakat yang mayoritas petani.  Perencanaan awal, gedung tersebut akan digunakan untuk Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai saran untuk pelatihan calon tenaga kerja. Tetapi Karen pembangunannya terbengkalai, begunan tersebut dimanfaatkan petani setempat untuk menjemur gabah hasil panen.

Don Ali (40 th), salah seorang masyarakat di Kecamatan Tambun utara, membenarkan jika gedung BLK kini dimanfaatkan olehnya dan teman-teman Petani. Karena ia melihat gedung tersebut tidak digunakan sehingga dimanfaatkan untuk menjemur gabah,

“Dari awal berdirinya balai latihan kerja sampai sekarang kan belum pernah dipakai, jadi sama petani mengungunakan gedung tersebut untuk jemur gabah,” ujarnya.

Menurut Ali, pemanfaatkan gedung BLK untuk menjemur gabah lebih baik ketimbang gedung Islamic Centre yang pernah dijadikan ‘sarang’ mesum, katanya.

“Ya untung kita manfaatkan dan sering di sini, kalau gak bisa seperti Islamic Centre dipakai yang aneh-aneh sama pemuda, bisa jadi tempat mesum, belum lagi hewan ternak masuk sini, bisa lebih kotor lagi,” terangnya.
Warga setempat termasuk Ali menyayangkan gedung BLK yang hingga kini belum juga terpakai. Ia mengaku tidak tahu persoalannya hingga BLK dan Islamic Centre hingga kini belum juga diperuntukan sesuai fungsinya.

“Kurang paham juga kenapa gak dipakai, tapi ketika selesai pembangunan, memang belum ada peresmian dari Bupati, mungkin karena itu jadi tidak dipakai-pakai, hanya buang-buang uang saja sepertinya,” ungkapnya.

Karena tidak dimanfaatkan,  Kondisi gedung BLK kini semakin memprihatinkan. Kaca-kaca di beberapa sisi ruangan terlihat cah dan banyak coretan di dinding. Pemda Kabupaten Bekasi seolah tidak ada keperdulian atas asset yang seharusnya bias dimanfaatkan untuk kepentingan calon tenaga kerja tetai disisa-siakan terlantar, seperti ini, katanya. 

Hery Pandapotan alias Bob, pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Jendela Komunikasi ( LSM Jeko) mengatakan seharusnya penegak hukum harus segera turun tangan. Pembangunan BLK tersebut yang menggunakan uang negara dengan nilai yang tidak sedikit tetapi tidak digunakan sebagaimana fungsinya. Seharusnya penegak hukum harus memeriksa dinas terkait dengan keberadaan bangunan yang dibangun tetapi tidak digunakan. Diduga bangunan tersebut dikerjakan hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi atau golongan bukan untuk kebutuhan yang sebenarnya. Bob mengatakan pihaknya ( LSM Jeko-red) akan terus menggali informasi seputar bangunan gedung yang dijadikan warga sebagai tempat menjemur padi. (Acep)