Proyek BBWSC Nilai Rp 1,3 Triliun Diduga Gagal Konstruksi

Iklan Semua Halaman

.

Proyek BBWSC Nilai Rp 1,3 Triliun Diduga Gagal Konstruksi

Sku Metropolitan
Selasa, 02 Agustus 2016
BEKASI, MetroNormalisasi Aliran Sungai Citarum yang di kerjakan oleh kontraktor nasional yaitu PT. Pembangunan Perumahan (PT.PP), PT. Wijaya karya dan PT. Berantas diduga tidak dikejakan secara maksimal dan mengakibatkan gagal konstruksi.
 
Terbukti, kondisi beberapa tanggul Kali Citarum banyak yang longsor seperti yang terjadi di Kampung Teluk Ambulu RT. 03/02 Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi, saat ini kondisinyas makin parah.
Tanggul yang longsor awalnya hanya sepanjang 30 meter dengan kedalaman 2 meter, namun saat ini yang longsor bertambah panjang menjadi kurang lebih 70 meter.
Sangat disayangkan, kondisi tanggul yang dapat membahayakan warga setempat, masih terbengkalai. “Proyek penanggulangan bencana alam banjir kali citarum tahun jama 2011,2012 dan 2013 di duga gagal konstruksi,akibat kurangnya pengawasan dari BBWSC / PU Pusat ” kata Basuni salah satu tokoh masyarakat Muaragembong .

Lebih lanjut Basuni mengatakan, proyek Rehabilitasi Penanggulangan Lahan Kritis Kali Citarum tersebut yang dimulai sejak tahun 2011 lalu. Pekerjaan dilaksanakan oleh tiga perusahaan dari BUMN dengan anggaran APBN sebesar Rp1,3 triliun.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Pembangunan Perumahan (PP), PT. Wijayakarya, dan PT. Brantas. Namun dalam pelaksanaannya, kata Basuni, banyak sekali dikerjakan asal-asalan.

“Pekerjaan proyek itu tidak hanya di sini saja yang jebol. Di Desa Karang Harja dan Karang Segar Kecamatan Pebayuran ditambah Desa Setiajaya dan Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin, Kampung Kedung Bokor Desa Pantai bakti Kecamatan Muara gembong juga mengalami hal yang sama,” kata Basuni.
Seharusnya, kata Basuni, pembangunan penanggulangan bencana alam banjir kali citarum harus sesuai dengan RAB dan konstruksinya.  “Tanggul yang mengalami longsor akibat tidak ada pemadatan pada tanahnya, dan ini berbahaya secara konstruksi atau sencon properties,” jelasnya.

  Ditambahkan lagi proyek lanjutan/perbaikan yang di kerjakan oleh PT,WIJAYA KARYA (WIKA) ,yang berada di Kecamatan Muara gembong menuai kontrapersi di kalangan masyarakat sekitar Kecamatan Muara gembong, khususnya mayarakat desa Jaya sakti.

Menurut Kepala Desa Jayasakti,  Patori, bahwa  kantor yang berada di desanya belum memiliki ijin atau melaporkan keberadaannya di wilayahnya, padahal keberadaan kantor tersebut sudah berjalan 4 (empat) bulan “ ujar Patori. ( Acep/deden )