Wajah Siswa Dicoret, Orang Tua Kecewa

Iklan Semua Halaman

.

Wajah Siswa Dicoret, Orang Tua Kecewa

Sku Metropolitan
Selasa, 02 Agustus 2016
Bekasi, metro Diduga tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) wajahah siswa SN Negeri 03 Babelan Kota, berinisial F, dicoret- coret guru berinisial S. Akibat kelakuan guru yang dinilai tidak mendidik melakukan coret coret diwajah anaknya, orang tua siswa meradang dan mendatangi sekolah ingin bertemu dengan kepala Sekolah dan Guru S yang melakukan pencoretan. 

Menurut orang tua siswa F, guru S yang dinilai galak oleh para siswa itu, sudah seringkali mencoret wajah siswa-siswinya apabila tidak mengerjakan PR.

"Saya enggak terima kalo anak saya dilakukan seperti itu oleh gurunya. Saya akan laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi," kata Syaripudin, orangtua F yang ditemui saat bekerja di kantor Kecamatan Babelan, Rabu (27/7).

Syaripudin, dirinya kaget ketika melihat wajah anaknya selepas pulang sekolah yang tercoret dengan spidol besar, Selasa (26/7). Ketika anaknya ditanya, kata Sarip, ternyata wajahnya itu  penuh dengan coret-coretan oleh gurunya. Boleh saja Guru menghukum siswa tetapi bukan begitu caranya, seorang guru, harus mampu melakuan pembinaan dengan baik terhadap siswa agar anak didiknya memahami arti pendidikan dan pelajaran di sekolah. Tetapi kalau melakukan coret- coret wajah siswa, sangat tidak etis.

Bahkan, dirinya sudah mendatangi sekolah tersebut untuk mengklarifikasi kepada guru dan kepala SDN Babelan Kota 03. Namun, guru dan kepala sekolah tidak berada di tempat kerjanya.

"Saya sudah ke sekolah tersebut tapi enggak ketemu guru yang mencoret anak saya dan kepala sekolahnya," ungkap Syaripudin.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SDN Babelan Kota 03, Mujena, melalui telepon selularnya, mengakui adanya kejadian tersebut, sudah bertemu dengan orang tua siswa F dan membuat pernyataan pihak guru dan orang tua F.

Namun dia berdalih kalau sudah ada mediasi antara orang tua siswa dengan guru S. Bahkan dia meminta agar hal itu jangan dibesar-besarkan. "Jangan dibesar-besarkan dong. Kita sudah mediasi kok antara guru dan wali murid," kilahnya.

Ditambahkan Mujena, melalui SMS nya mengatakan, Dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Ponakaan nya anggota DPRD Kabupaten Bekasi, bernama Muntada Sohbirin,  bahwa permasalahan ini tidak apa-apa, kata  Kepsek SDN 03 Babelan Kota itu.

Tambahnya,  Saudara F mengatakan, kejadian ini bukan yang pertama kali nya dilakukan di SDN 03 tersebut,  ada siswi kejadian serupa yang dialami oleh F, "kami berharap dinas Pendidikan Mengambil langkah terhadap kejadian kekerasan tersebut" ucapnya Sep.

Menurutnya, bagaimana terjadi terhadap keponakan saya dengan beban mental nya, saya tidak terima dengan kejadiaan ini, apakah pantas seorang Pendidik melakukan seperti ini, kalau seperti ini sama saja guru mencoreng nama baik pendidikan, tegasnya. (Acep)