Banjir Bandang Landa Garut

Iklan Semua Halaman

.

Banjir Bandang Landa Garut

Sku Metropolitan
Sabtu, 24 September 2016
Garut, Metro - Tim SAR gabungan hingga Rabu sore (21/9)terus mencari korban Banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, demikian informasi dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penang gulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.  

Dalam rilisnya, Sutopo mengatakan bahwa Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di Kabupaten Garut. Laporan resmi dari Posko Tanggap Darurat Banjir Bandang Kabupaten Garut tercatat 16 orang tewas dan delapan orang masih dalam pencarian.

Disebutkan pula bahwa sekitar 1.000 jiwa diungsikan di Korem 062 Tarumanegara, Kodim 0611 Garut, dan beberapa pos pengungsian lain. 

Identitas korban jiwa tewas yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut: 1. Haji Nawawi (65 tahun), alamat Asrama Lapang Paris. 2. Nyonya Iis (35 tahun), alamat Asrama Lapang Paris. 3. Irsyad Dwi Maulana (8 tahun), putra dari Ny. Iis. 4. Rezal (8 bulan). 5. Oom (70 tahun ), alamat belum diketahui. 6. Ahmat Solihin (4 tahun), alamat Kampung Bojong Sidika, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul. 7. Ny. Siti (25 tahun), alamat Cimacam. 8. Ny. X, alamat belum diketahui. 9. Ny. Siti (25 tahun), alamat Cimacan. 10. Ny. Santi (38 tahun), alamat Lapang Paris Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarkid. 11. Ny. X (70 tahun), alamat belum diketahui. 12. Ny. Repina (7 tahun), alamat Lapang Paris Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarkid. 13. Jana (35 tahun), alamat Bojong Larang.

Sementara itu, tiga korban yang diketemukan di wilayah Koramil, dua pria dewasa dan seorang perempuan berumur 5 tahun.

Banjir bandang menerjang tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan, dan Samarang Kabupaten Garut, Selasa (20/9/2016) pukul 22.00 WIB.

Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD Kabupaten Garut, BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI, Polri, Dinas PU, Tagana, Senkom Polri, NGO, dan suka relawan melakukan evakuasi korban. "Posko darurat, dapur umum, dan posko kesehatan telah didirikan," kata Sutopo.

Menyinggung kerugian material, dia menjelaskan bahwa dampak kerusakan rumah dan bangunan masih dalam pendataan. Relatif banyak rumah rusak akibat terkena dampak longsor dan material banjir bandang.(Syaiful Noor)