Banyaknya Anggaran Tak Jamin Kualitas Bisa Terbangun

Iklan Semua Halaman

.

Banyaknya Anggaran Tak Jamin Kualitas Bisa Terbangun

Sku Metropolitan
Kamis, 15 September 2016


Bekasi, - Banyaknya anggaran yang dialokasikan ke sektor pendidikan membuat pengelola pendidikan kebingungan dan kehilangan arah. Bayangkan Kota Bekasi mengalokasikan anggaran dari APBD melalui pemberian BOSDA ratusan miliar rupiah. 

            Untuk SMPN Rp 1 miliar lebih satu tahun per sekolah. Setiap SMPN dan SMAN/SMKN rata-rata memiliki kurang lebih 1000 siswa. Untuk SMAN dan SMKN Rp 2 miliar lebih satu tahun per sekolah. 

      Besaran BOSDA yang diterima setiap sekolah tergantung jumlah siswa. Dana itu masuk rekening sekolah. Makin banyak siswa semakin banyak dana yang diterima. Pencairannya sesuai kegiatan. 

            Meski melalai rekening sekolah, namun pihak sekolah tidak dapat sesukanya mencairkan. Berbeda dengan dana BOS pusat, sekolah leluasa mencairkan dan menggunakan. Karena pencairan dana BOSDA berdasarkan kegiatan. Sementara BOS pusat hanya melaporkan penggunaannya dengan SPJ (surat pertanggungjawaban). Maka tidak heran ada dana BOSDA yang tidak terserap. Menyerap anggaran secara optimal dan efektif, jadi tidak asal serap, kata pemerhati pendidikan.

            Memang dengan sistim ini akan terlihat kepala sekolah yang cakap kemampuannya, tidak hanya memajukan sekolah, kualitas, tetapi kemampuan penyerapan anggaran. Kalau ada anggaran yang tidak terserap berarti tidak mampu bekerja, sebab menggunakan yang ada saja tidak mampu apalagi menggali potensi, ujarnya.

            Dengan anggaran yang besar tak terlihat ada perkembangan kualitas pendidikan anak didik. Tetapi justru yang terlihat dengan jelas peningkatan kemakmuran pengelola pendidikan itu sendiri. Bukan prasangka buruk, kemakmuran pengelola pendidikan cukup baik, tetapi yang jalan ditempat hanya kualitas anak didik saja, ucapnya. (Sardin)