Cetak U-ditch Tanpa Merk Untuk Proyek Sendiri

Iklan Semua Halaman

.

Cetak U-ditch Tanpa Merk Untuk Proyek Sendiri

Sku Metropolitan
Kamis, 15 September 2016
 Ilustrasi Gambar U-ditch

Bekasi, Metro    Beredar kabar, disalah satu lokasi yang jauh dari pemukiman di wilayah Kota Bekasi pembuatan u-ditch tanpa merk. Bukan untuk diperjualbelikan ke pasaran, diduga  digunakan  sendiri untuk proyek pemerintah maupun swasta.                                                                                                                
Di Kota Bekasi ada terlihat beberapa titik proyek saluran menggunakan u-ditch tanpa merk. Pemasangan diselang-selingi antara u-ditch yang bermerk dengan tanpa merk. U-ditch tanpa merk kualitas diragukan. Pasalnya ada dugaan semen dioplos karena dilokasi produksi tampak berbagai jenis merk sak semen.                                                                                     

 Sumber mengatakan, lokasi produksinya tertutup dengan pagar tinggi keliling areal. Empat hingga enam mobil micxer tampak lalu-lalang memasuki areal. Pintu areal produksi selalu tertutup dengan penjagaan khusus. Setiap orang yang memasuki areal dan tidak dikenal tidak diperbolehkan memasuki areal produksi.                                                                                    
Diduga produksi u-ditch tanpa merk ini akan digunakan untuk proyek di Jakarta dan Bekasi. Mencetak sendiri dari ukuran minimal hingga maksimal biaya pembuatannya hanya dikisaran ratusan ribu rupiah. Sementara membeli dari perusahaan u-ditch resmi tergantung ukuran hanya dengan harga dikisaran jutaan rupiah.                                          
                              
 Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) patut mewaspadai trik-trik rekanan seperti ini dengan meningkatkan pengawasaan yang maksimal. Tak semua pengusaha berkarakter sama. Ada yang hanya memikirkan untung dengan menghalalkan semua cara, tanpa perduli kualitas. Ada rekanan bekerja apa adanya dengan prinsip keuntungan yang sepadan.                                                                                                                             
 Beberapa warga sekitar mengatakan, tidak ada yang mengenal pemiliknya dan  karyawan perusahaan. Memang agak jauh dari pemukiman dan arealnya lumayan luas. Pernah ke areal itu tetapi diluar tidak diperbolehkan masuk dan karyawannya merasa curiga. “saya ditanyain, saya bilang warga disini, tapi gerak-gerik kita diawasi membuat saya penasaran dan pengen tahu mengerjakan apa didalamnya. Karyawan ramai saat pencetakan u-ditch ketika musim proyek,” kata warga. (Sardin)