Pengusaha Serobot Lahan Warga ?

Iklan Semua Halaman

.

Pengusaha Serobot Lahan Warga ?

Sku Metropolitan
Kamis, 15 September 2016

BATAM, METRO - Puluhan warga Kampung Poly Teknik RT 02. RW O11, Kelurahan Teluk Tering Kecamatan Batam Kota, mendatngi kantor DPRD. Para warga memohon perlindungan, Karena lahan  mereka diakui oleh PT Uni Jaya. 

Beberapa warga yang dikonfirmasi setelah pertemuan dengan Komisi I DPRD Kota Batam menjelaskan,  kami sudah puluhan tahun di lokasi yang akan diserobot oleh PT Umi Jaya. Tiba-tiba ada pengusaha yang disebut-sebut sebagai pemilik lahan. Dengan adanya upaya pengusaha menyerobot lahan yang sudah kami tempati puluhan tahun itu, para warga sepakat untuk mengadukan nasibnya ke wakil rakyat di DPRD Kota Batam, katanya. 

Menurut BL salah seorang warga kampung Poly menambahkan,  puluhan tahun lalu lahan ini kosong, menyerupai hutan. Karena lahan tersebut tidak ada yang mengolahnya kami mulai mengolah dengan bercocok tanam. Selain bercocok tanam kami mendirikan bangunan rumah tinggal. 

Setelah lokasi Kampong Poly sudah mulai ramai, ada pengusaha PT Uni Jaya mengakui lahan tersebut miliknya. Dengan adanya pengakuan pengusaha atersebut, kami sepakat untuk mengadu ke DPRD Kota Batam, agar warga yang tinggal dilahan tersebut terlindungi dari mafia tanah, ujarnya.

Menurutnya, seandainya lahan tersebut milik PT Uni Jaya, kenapa tidak ada plang di lokasi bahwa lahan tersebut miliknya? Kalau ada plang bahwa lahan yang kami tempati milik PT Uni Jaya, kami tidak akan mendirikan bangunan. Kami menduga ada permainan antara pengusa dengan penguasa Kota Batam, tambahnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura,S.E.,M.Si, kepada waratwan Metropolitan mengatakan,  kami akan selalu menaggapi keluhan warga. Kalau tidak ada warga, Kota Batam tidak bakal maju, jadi sekecil apapun keluhan masyarakat tetap kami tanggapi. Seharusnya pihak PT Uni jaya berkoordinasi dengan warga, Lurah dan camat untuk mencari solusi terbaaik, ujarnya.

Selain Ketua DPRD, Harmidi Anggota DPRD Kota Batam, menjelaskan, masyarakat yang tiggal di Kampung Poly sudah puluhan tahun, kenapa pihak perusahaan tidak membuat plang bahwa lahan tersebut milik PT Uni jaya? “kami selaku wakil rakyat tetap menanggapi keluhan dan membela masyarakat. Kepada utusan PT Uni Jaya, sampaikan omongansaya bila perlu rekam suara saya dan perdengarkan ke bosmu itu kata Harmidi.  DPRD komisi 1, membela masarakat yang lemah, karena selama ini banyak masarakat yang tertindas oleh mafia tanah di Kota Batam. ( jhn )