Anggaran Pembangunan USB SMAN 6 Tamsel Diduga Mark-Up Rp.1, 8 Miliar Untuk Pembangunan 5 Ruang Kelas

Iklan Semua Halaman

.

Anggaran Pembangunan USB SMAN 6 Tamsel Diduga Mark-Up Rp.1, 8 Miliar Untuk Pembangunan 5 Ruang Kelas

Sku Metropolitan
Sabtu, 15 Oktober 2016
Bekasi, Metro - Anggaran pembangunan USB (Unit Sekolah Baru) SMA Negeri 6 Tambun Selatan, di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, dari APBD Kabupaten Bekasi tahun 2014 untuk pembangunan enam (6) ruang kelas sebesar Rp.2.000.000.000, dan realisasi keuangan dalam LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) bupati sebesar Rp.1.285.063.000, atau 64,25 persen dan realisasi fisik 65,00 persen, sehingga tidak rampung dikerjakan dan di duga tahun 2015 Dinas Bangunan Kabupaten Bekasi kembali mengalokasikan anggaran APBD Kabupaten Bekasi dengan melakukan Mark up anggaran untuk merampungkan pekerjaan pembangunan USB SMA Negeri 6 Tambun Selatan.

Berdasarkan fakta dalam LKPJ Bupati, Dinas Bangunan Kabupaten Bekasi tahun 2015 kembali mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk menyelesaikan pembangunan USB SMA Negeri 6 Tambun Selatan sebesar Rp.700.000.000, realisasi keuangan dalam LKPJ bupati sebesar Rp.588.030.100, atau 84,00 persen, dan realisasi fisik 100,00 persen, sementara progres pekerjaan hanya menyelesaikan pembangunan lima ruang kelas. Maka total anggaran dari APBD untuk pembangunan USB SMA Negeri 6 Tambun Selatan untuk pembangunan lima ruang kelas sebesar Rp.1.873.093.100.

Anggaran pembangunan USB SMA Negeri 6 Tambun Selatan untuk pembangunan lima ruang kelas dari APBD Kabupaten Bekasi tahun 2014 dan 2015 total sebesar Rp.1.873.093.000 menjadi pertanyaan sejumlah kalangan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Jatimulya.

Pendiri LSM Jaringan Komunikasi (Je-Ko), Ery Pandapotan biasa disapa Bob, menjelaskan, biaya pembangunan ruangan belajar SMA Negeri 6 Tambun Selatan dari APBD dan APBN perbedaannya sangat menyolok. Diduga Dinas bangunan telah melakukan Mark Up biaya pembangungunan. Kalau dihitung biaya pembangunan satu local, dari APBD Kabupaten Bekasi sebesar Rp 312 182 183, sedangkan biya pembangunan satu local dari dana APBN haanya Rp 196 010 033, telah terjadi perbedaan anggaran sebesar Rp 116 172 150/ local. 

 Pasalnya, anggaran untuk pembangunan tiga RKB (Ruang Kelas Baru) pada tahun ini (2016) sumber dana dari APBN hanya sebesar Rp.516.780.000. “Jika dibandingkan anggaran 2016 dari pusat (APBN) untuk pembangunan tiga RKB hanya sebesar Rp.516.780.000, luar biasa korupsi di Dinas Bangunan Kabupaten Bekasi. Lantas dimana penegak hukum di Kabupeten Bekasi, atau mungkin sudah main mata. Kami mengharapkan Kejari Cikarang untuk segera mengusut  anggaran pembangunan USB SMA Negeri 6 Tambun Selatan, ujarnya.

Kepala Dinas Bangunan Kabupaten Bekasi,  Sutantio saat maudikonfirmasi tidak ada di tempat, menurut stafnya Kepala Dinas sedang keluar kantor. (DPT)