BBW Cimanuk – Cisanggarung Bekerjasama dengan PT. Prasarana Tinular Grogoti Uang Negara

Iklan Semua Halaman

.

BBW Cimanuk – Cisanggarung Bekerjasama dengan PT. Prasarana Tinular Grogoti Uang Negara

Sku Metropolitan
Sabtu, 15 Oktober 2016
 Cirebon, Metro - Proyek pembangunan Check Dam Sungai Cideres Kecamatan Majalengkan Kabupaten Majalengka tahung anggaran 2016, sebesar Rp 7.037.075.000, diduga tidak sesuai dengan kontrak kerja. Hal itu terbukti dengan pengadaan material yang diambil dari sungai memanfaatkan buruh. Seharusnya bahan meterial harus sesuai denga rencana anggaran biaya yang telah dibuat oengguna anggaran.

Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBW Cimanuk Cisanggarung) tersebut dilaksanakan PT. Prasarana Tinular.

Anggaran dari APBN yang dikucurkan untuk pembangunan check dam Sungai Cideres Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka sebesar Rp 7.037.075.000 melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Pengamatan media Metropolitan, diperoleh indikasi terjadinya penyimpangan pelaksanaan. Disuga penggunan angaran membiarkan pelaksana menggunakan bahan material seperti batu dari Saungai. PT. Prasarana Tinular, konsultan supervisi, dan pejabat Pembuat Komitmen (PPK Sungai dan Pantai I) diduga terjadi kongkalikang untuk memperkaya diri sendiri.

Adanya dugaan kerjasama untuk memperkaya diri dalam pekerjaan tersebut, PT. Prasarana Tinular, sebagai pelaksana priyek menggunakan bahan material batu dari sungai untuk pembangunan check dam Cideres. Batu yang digunakan ribuan meter kubik yang seharusnya dibeli dari material atau dari penambang yang punya ijin galian C.

Tetapi hasil pantauan Metropolitan PT. Prasarana Tinular mengambil batu dari Sungai Cideres dan memberi upah atau ongkos kerja untuk membelah batu-batu besar yang ada di Sungai Cideres. Seharusnya pihak BBWS SNVT pelaksanaan jaringan sumber air Cimanuk Cisanggarung Moch. Dian Almaruf, S.Si, ST, MT melarang atau memberhentikan pengambilan batu dari sungai.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Moch. Mazid, ST dan PPK Sungai dan Pantai I Hendra Kurniawan, ST, M.Si beserta Moch. Dian Almaruf selaku SNVT PJSA BBWS Cimanuk Cisanggarung seolah-olah menutup mata, yang menjadi pertanyaan masyarakat apakah pihak BBWS dapat bagian dari uang yang seharusnya beli batu?

Pejabat BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Konsultan Supervisi tidak memperhitungkan akibat pengambilan batu dari sungai. Pengambilan batu dari sungai dapat merusak sungai, sebab batu yang ada di sungai dapat menahan arus sungai yang sangat deras. Apabila batu batuan yang ada di sungai diambil, arus sungai dapat menyebabkan erosi tanah di sekita sungai sehingga dapat menyebabkan banjir bandang seperti yang terjadi baru-baru ini di Garut. Wilayah kerja BBWS Cimanuk – Cisanggarung.

Sesuai kontrak kerja yang dikeluarkan PPK Sungai dan Pantai Hendra Kurniawan, ST, M.Si pemenang tender PT. Prasarana Tinular No. Kontrak HK. 02.03/AT-2/10/01-63/2016 tanggal 25 Januari 2016 waktu pelaksanaan 240 hari, seharusnya proyek tersebut harus selesai tanggal 24 September 2016 tetapi hasil pantauan  Metropolitan sampai tanggal 12 Oktober 2016 pelaksanaan proyek belum selesai.

Apakah BBWS Cimanuk memberikan denda atas keterlambatan proyek tersebut. Masyarakat sangat mengharapkan DPR RI Komisi V melakukan sidak pekerjaan BBWS Cimanuk Cisanggarung karena masih banyak pekerjaan BBWS Cimanuk yang membiarkan kontraktor mengambil batu dari sungai.

Media Metropolitan sudah mengirimkan surat ke BBWS Cimanuk Cisanggarung di Cirebon dengan No. Surat 005/MP/Konf/IX/2016 perihal Permohonan Konfirmasi Pelaksanaan Dana Proyek, tetapi sampai berita ini diturunkan BBWS Cimanuk Cisanggarung bungkam alias tutup mulut. Apakah surat itu ditahan PPK Hendra Kurniawan sehingga surat itu tidak sampai ke Kepala BBWS Cimanuk – Cisanggarung? Sudah sepantasnya PPK sungai Pantai I diperiksa penyidik dari KPK atau pihak kepolisian karena mengambil batu tanpa surat ijin Galian C. (P. Silalahi)