Diduga Salah Gunakan ADD Lolos Verifikasi Calon Kades

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Salah Gunakan ADD Lolos Verifikasi Calon Kades

Sku Metropolitan
Minggu, 02 Oktober 2016


Foto WS sebelah kri,Foto camat di tengah

KAPUAS HULU, Metro - Dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa, ADD di desa Nanga Ret Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu pada masa pemerintahan Kepala Desa (WS) tahun anggaran 2013 tahap dua akan segera dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Barat. 

Hal itu dikatakan  sumber yang enggan disebutkan namanya, menurutnya,  tersebut memang benar dana ADD sejumlah Rp 56.000.000, juta tahun anggaran 2013 tahap dua di pergunakan oleh Kepala Desa (WS) Desa Nanga Ret priode tahun 2013 untuk kepentingan pribadi , berdasarkan surat pernyataan pengakuan yang telah ia buatnya kepada masyarakat Desa Nanga Ret, pada priode itu  ia menjabat sebagai Kepala Desa di tahun 2013 ia juga langsung mengudurkan diri karena tidak mampu mengembalikan uang tersebut.
Lanjut sumber mengatakan,  “pada saat pemilihan calon Kepala Desa  tahun 2016 ini ,ia tampil kembali sebagai salah satu calon kepala desa dan akhirnya sekarang ia menjadi Kepala Desa terpilih di Desa Nanga Ret”, jelasnya. 

Hal senada dikatakan oleh pemangku adat bahwa, WS mantan Kepala Desa Nanga Ret yang,  sekarang menjadi Kepala Desa  terpilh dikatagorikan cacad hokum, menurutnya menjadi calon Kepala Desa haruslah orang yang benar-benar bersih dan tidak pernah melakukan perbuatan melawan hokum.

“saya sangat menyayangkan tim verifikasi yang kurang jeli dalam menyeleksi para calon Kepala Desa, hal ini jelas menjadi suatu pelanggaran, saya menduga ada apa antara tim verifikasi dan calon Kepala Desa (WS)?”, katanya heran.

Sebagai masyarakat Desa Nanga Ret, saya sangat menyayangkan apa yang dilakukan (WS) tersebut tidak ada tindakan dari Kecamatan khususnya Camat boyang  tanjung dan Papolsek Boyan Tanjung,  sebagai aparat penegak hukum, terkesan mereka melakukan pembiaran terhadap (WS) mantan kepala desa sekaligus kepala desa yang terpilih saat ini”

Saya meminta kepada pihak yang berkompeten seperti , Kejaksaan Tinggi dan Polda Kalimantan Barat agar melakukan penyelidikan terkait kasus penyalagunaan dana ADD dan siapa saja oknum-oknum yang terlibat didalam kasus tersebut, agar terciptanya pemerintah yang bersih, transfaran dan bebas dari unsur KKN.
Kepala Desa terpilh (WS) saat dikonfirmasi di kediamannya minggu malam (18/9), membenarkan bahwa ia melakukan perbuatan melawan hukum dengan motif penyalagunaan ADD Tahun anggaran 2013 tahap dua.
Lanjut WS mengatakan “hal tersebut dilakukannya untuk membantu Sekretaris  Desa (sekdes) Karna, memerlukan dana sebesar  Rp 20.000.000, untuk keperluan pribadi, sisa uang ,saya pergunakan untuk kepentingan pribadi. Saya ada membuat pernyataan secara tertulis yang saya tanda tangani di atas materaiRp  6000 untuk meyakinkan masyarakat saya, bahwa saya siap mempertanggung jawabkan uang tersebut. 

“Pada saat itu kita juga melakukan rapat membahas dana ADD yang saya gunakan ,kita gelar di kantor Camat Boyan Tanjung bersama Camat Boyan Tanjung, Sudarso, aparat kepolisian Boyan Tanjung, Agus susilo dan masyarakat Desa Nanga Ret,” jelasnya. (Setia)