Festival Wayang Nusantara, Lestarikan Budaya Bangsa

Iklan Semua Halaman

.

Festival Wayang Nusantara, Lestarikan Budaya Bangsa

Sku Metropolitan
Sabtu, 15 Oktober 2016
Tulungagung, Metro. - Ribuan warga memadati festival wayang Nusantara di halaman Gedung Olahraga (Gor) Lembu Peteng Kabupaten Tulungagung Kamis (13-10-2016) malam. Agenda ini adalah ungkapan wujud syukur telah ditetapkanya tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila oleh Presiden Joko Widodo. 

Acara ini dibuka oleh tari – tarian dari siswi SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung dan film documenter pendek tentang wayang Nusantara, di dalam film itu diceritakan jika sang proklamator Bung Karno adalah penyuka wayang. Kesukaan Bung Karno terhadap wayang ini menurun kepada anaknya Presiden ke lima RI, Megawati Sukarno Putri. 

Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga ketua panitia festival wayang Nusantara,  H. Syaifullh Yusuf atau Gus Ipul dalam sambutanya mengatakan wayang ini bukan hanya sebagai tontonan akan tetapi juga sebagai tuntunan. “Wayang itu aset budaya bangsa Indonesia yang mengajari tentang pesan moral, Ayo Kita Lestarikan Wayang” Kata Gus Ipul. 

Gus Ipul menambahkan, wayang ini adalah wujud syukur telah di tetapkanya 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila. Berikutnya, semua elemen harus memikirkan bagaimana Pancasila ini bisa membumi sampai kapanpun. “Kita harus bersyukur punya Pancasila yang merupakan perekat kebhinekaan. Negara lain seperti Suriah, Irak terjadi perang saudara sedangkan kita tidak, itu karena kita punya Pancasila.” Pungkasnya. 

Sementara itu Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, MSI dalam sambutanya mengatakan, Kabupaten Tulungagung bagian dari Propinsi Jawa Timur bagian Selatan memiliki Keaneragaman Seni Budaya, dari data yang tercatat lebih dari 6 ribu seniman ada di Kabupaten Tulungagung yang tergabung baik di organisasi kesenian maupun sanggar seni, hal itu sebagai aset yang menggembirakan. 

Syahri Mulyo menambahkan, Kabupaten Tulungagung mempunyai kesenian kas Reog Kendang yang pada tahun 2015 memecahkan rekor muri, selain itu Kabupaten Tulungagung mempunyai kesenian yang patut di banggakan di antaranya ialah Jaranan Senterewe, Jedor, Kentrung, Tayub dan tidak lama lagi dari jajaran kepolisian Tulungagung akan menghidupkan kembali Ketropak Siswo Budoyo karena ketoprak Siswo Budoyo pada era tahun 80an sangat melegenda. “Aset dan potensi yang demikian besar akan terus di pertahankan dan di kembangkan, karena seni budaya akan memberi kekuatan yang dapat berkontribusi untuk pembangunan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pada umumnya dan Kabupaten Tulungagung khususnya”, kata Syahri. 

Pagelaran festival wayang Nusantara ke-5 di Kabupaten Tulungagung merupakan rangkaian agenda festival wayang Nusantara di sepuluh kota di Jawa Timur dengan menampilkan dalang kondang dari Kota Solo Ki. H. Anom Suroto dan Bayu Aji dengan Bintang tamu Gareng, Topan dan Eka Sinden cantik dari Bayumas Jawa Tengah dengan lakon     “Wahyu Manik Moyo Mahadi”.
 
Sejumlah pejabat penting menghadiri festival wayang Nusantara di Kabupaten Tulungagung ini di antaranya wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). Forum Pimpinan Daerah (Forpinda) Kabupaten Tulungagung, seluruh kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Tulungagung, camat, muspika, kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga undangan yang lain. 

Selanjutnya, festival wayang Nusantara ini akan melaksanakan tour berikutnya di Kabupaten Madiun dari agenda 10 kota atau Kabupaten di Jawa Timur dengan masa waktu 6 bulan (Sar).