Gebyar Anak Dalam Rangka Hari Anak Nasional

Iklan Semua Halaman

.

Gebyar Anak Dalam Rangka Hari Anak Nasional

Sku Metropolitan
Senin, 10 Oktober 2016
Karawang, Metro - Dalam upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, memiliki kecerdasan dan kelembutan rasa, kearifan budaya dan memiliki akhalkul karimah, perilaku yang baik, santun dan taat terhadap aturan diperlukan upaya-upaya yang konkrit dan sinergitas program Pemerintah dari Tingkat Pusat hingga Pemerintah Daerah bersama lembaga-lembaga terkait, termasuk Ormas, Orsos dan masyarakat pada umumnya dengan tepat sasaran, efektif dan memiliki daya dorong yang kuat untuk menciptakan iklim kehidupan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Demikian antara lain pokok pikiran Bupati Karawang dr. Cellica dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Hadis Herdiana, saat membuka acara Gebyar Anak dalam rangka Hari Anak Nasional dan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke 383 tahun 2016, Minggu (27/9) bertempat di Kampung Budaya,  Karawang Barat.

Bupati mengharapkan, agar melalui kegiatan Gebyar Anak tahun 2016 dalam rangka Hari Anak Nasional dan hari jadi Kabupaten Karawang ke 383 ini dijadikan momentum yang tepat untuk mewujudkan visi “penguatan peran lembaga kesejahteraan sosial anak sebagai Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) melalui perluasan jejaring sosial dunia usaha” menjadi sangat urgent, mengingat anak adalah asset, anak adalah harapan masa depan dan tentunya anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita lindungi, kita besarkan dan kita didik dalam lingkungan yang penuh kelembutan sesuai dengan perkembangan psiko-sosial dan sosio-cultural yang dibutuhkan anak.

Kita harus menyadari, bahwa permasalahan anak adalah permasalahan yang sangat kompleks, bukan hanya dalam melakukan pembinaan dan bimbingan saat anak menjadi tanggung jawab orang tua dan pemerintah, tetapi memiliki dimensi yang sangat kompleks di masa yang akan datang, apabila kita tidak memiliki konsep yang mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak. Kita sering mendengar cerita tentang penelantaran anak, penyiksaan anak, eksploitasi anak dan  beragam perlakuan yang tidak sepantasnya diterima oleh seorang anak.

Untuk itu Bupati mengharapkan, agar semua stake holder dapat  menemukan formula yang tepat untuk menjadi solusi dalam meminimalisir  berbagai permasalahan yang dihadapi anak. Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaiakan bahwa sinergitas kerja antara Pemerintah dengan Pihak Swasta, Lingkungan Sosial dan Orang, menjadi sangat penting karena kehidupan keluarga yang harmonis, keteladanan dan keramahan lingkungan sosial serta ketersediaan sarana dan prasaran untuk tumbuh  dan berkembang anak secara wajar akan menjadi bagian terpenting bagi masa depan anak sebagai generasi penerus kita smua.

Sementara itu tema kegiatan Gebyar Anak tahun 2016 yaitu “ceria dan berkarya” diharapkan menjadi perhatian semua pihak guna melahirkan generasi penerus yang kreatif, inovatif dan memiliki keluhuran budi serta kekuatan rasa agar mereka tumbuh dalam keseimbangan fikir dan zikir, antara kekuatan logika dan kedalaman rasa untuk mewujudkan generasi penerus yang handal, kuat, cerdas dan berprestasi.

Gebyar Anak Nasional tahun 2016 diikuti tidak kurang dari 1000 anak dari 44 yayasan, lembaga sosial anak yang berada di Kabupaten Karawang merupakan salah satu upaya untuk  untuk mewujudkan pembangunan SDM, di mana proses pendidikan hendaknya di mulai dari sejak usia dini, baik melalui jalur formal maupun informal. Hal ini sebagaimana telah di atur dalam pasal 28 ayat (2)  Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang “Sistem Pendidikan Nasional”.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian semua pihak, yaitu mengenai pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini, mengingat kenyataan bahwa hingga usia empat tahun pertumbuhan otak anak merupakan masa keemasan perkembangan seorang anak. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian di bidang neurologi yang menyatakan bahwa perkembangan intelektual seseorang telah mencapai 50 persen ketika anak berusia empat tahun, 80 persen setelah anak berusia delapan tahun dan genap 100 persen setelah anak berusia 18 tahun. Selain itu, usia anak-anak merupakan suatu masa yang sangat ideal dalam pembentukan landasan jiwa dan kepribadian, baik dalam pembinaan jasmani melalui pemenuhan gizi yang cukup, maupun pendidikan rohani, yaitu pembentukan mental spiritual atau akhlak mulia. karena beranjak dari masa tersebut, paling tidak akan sangat berpengaruh pada pembentukan moral dan budi pekerti seseorang dalam tahap perkembangan selanjutnya. ( Rikko MS/R Octavianus P Hrj)