Manotar Tampubolon, SH. MA. MH : Penangkapan Adi Diduga Rekayasa

Iklan Semua Halaman

.

Manotar Tampubolon, SH. MA. MH : Penangkapan Adi Diduga Rekayasa

Sku Metropolitan
Minggu, 02 Oktober 2016
Anggota Kepolisian polsek Cabangbungi Kabupaten bekasi diduga merekayasa penangkapan Adi alias Dodon Bin  REBO, warga Jalan Raya Kampung Garon Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin, dalam kasus narkoba. Hal itu dikatakan kuasa hukum Adi, Manotar Tampubolon SH. MA. MH.

Manotar menjelaskan, kasus ini sudah bergulir ke Pengadilan Negeri Bekasi, dalam pembelaan sudah kami utarakan dugaan rekayasa penangkapan. Bahwa saat penangkapan terdakwa pada tanggal 19 Juli 2016 sekitar pukul 00:30, aparat polisi mencegat terdakwa di Gang Kampung Garon, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, bukan seperti keterangan saksi-saksi  yang  mengatakan,  bahwa  penangkapan dilakukan di Jalan Raya Kp. Garon, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin sebab Gang dengan Jalan Raya jelas berbeda. Bahwa keterangan dari seluruh saksi-saksi adalah anggota Polri dari Polsek Cabangbungin, sepakat dalam keterangannya bahwa, Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah Jalan Raya Kampung Garon, sebenarnya adalah Gang Kampung Garon;

Fakta lain yang menunjukkan penangkapan terdakwa adalah rekayasa penyidik, jelas kelihatan dari keterangan saksi-saksi yang menerangkan bahwa, saksi-saksi mendapatkan informasi terdakwa sedang berpesta narkoba atau menggunakan Narkotika ditempat hiburan. Keterangan dimaksud sangatlah janggal, sebab ada dua keterangan yang bertentangan antara lain: dalam satu situasi, saksi mengatakan bahwa saksi mendengar ada seseorang (tidak diketahui identitasnya) yang sedang berpesta narkoba di tempat hiburan. Artinya saksi-saksi tidak mengetahui secara pasti siapa yang sedang berpesta narkoba ditempat hiburan. Para saksi menjelaskan bahwa saksi-saksi bisa memastikan bahwa seseorang yang tidak diketahui identitasnya bisa dipastikan memiliki narkoba. 

Saat penangkapan dilakukan, dua anggota Polri dari Polsek Cabangbungin beserta satu orang sipil yang dikenal oleh Terdakwa bernama Radit. Adi, tidak mengakui  bahwa  bungkusan  koran  berisi  daun  ganja  adalah miliknya, penyidik memanggil Radit untuk mempengaruhi  dan memaksa agar terdakwa mengakui, bahwa daun ganja itu miliknya dan dibeli dari seseorang bernama DICKY nanti dibantu dan hukumannya ringan. Adi disuruh oleh penyidik untuk menghafal agar hasil BAP yang direkayasa sesuai dengan keterangan di Pengadilan, catatan yang disuruh dihafal adalah “ Terakhir beli (ganja) tgl. 9 Juli 2016 hari Sabtu jam 8 malam, kenal dengan DICKY 1 bulan. Sudah berapa lama konsumsi: 2 bulan-semenjak mengenal saudara DICKY. Berapa kali beli: 2x dengan harga yang sama 50 ribu” maka kami sebagai kuasa Hukum Adi, menyatakan penangkapan tersebut diduga rekayasa, jelas Manotar. (BERESMAN)