PASANGAN SUAMI ISTRI DIBEKUK SATRES RESNARKOBA

Iklan Semua Halaman

.

PASANGAN SUAMI ISTRI DIBEKUK SATRES RESNARKOBA

Sku Metropolitan
Rabu, 26 Oktober 2016
BATAM, METRO - Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang menggagalkan penyelundupan narkoba antar kota. Pasangan suami-istri (pasutri) pengedar narkoba, FB dan YD dibekuk di kediamannya, Perum Garden Raya Batam Center pada Jumat (21/10) lalu.
 
Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang curiga dengan aktifitas di rumah pasutri ini. Jajaran kepolisian melakukan lidik hingga penggrebekan. Dari kediaman dua tersangka ini polisi berhasil mengamankan 1,9 kg sabu dan 450 butir pil ekstasi.
"Diduga mereka sudah sering menyelundupkan narkoba ke luar Batam," kata Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika saat gelar ekspos, Senin (24/10).
Berdasarkan hasil penyidikan, FB ternyata bekerja di salah satu maskapai penerbangan. Pria 23 tahun ini bertugas di bagian kargo. Lolosnya narkoba dari pengawasan petugas tidak lepas dari campur tangan sang istri, YD.
Diuraikan Helmy, awalnya FB masuk ke Bandara dengan membawa barang haram tersebut. Karena ia adalah karyawan salah satu maskapai, pria itu memiliki celah untuk menghindar melewati mesin X-Ray.
"Istrinya cek-in tanpa membawa barang (narkoba)" jelas Helmy.
Sesampai di dalam Bandara, wanita yang 11 tahun lebih tua dari suaminya itu, YD menunggu di ruang tunggu. Di sana, FB menyerahkan paket yang hendak diselundupkan. Selama menjalankan aksinya, modus andalan pasutri ini selalu berhasi.
"Mereka pernah meloloskan sabu dari Batam ke Surabaya," ungkap Helmy.
Polisi langsung melakukan pengembangan. FB dan YD mengaku jika ada dua orang lainnya yang ikut terlibat dalam peredaran narkoba. Mereka adalah RF (30) dan AM (22). Dua pria ini dibekuk pada Sabtu (22/10) di berada di jalan, kawasan Batam Center.
RF sendiri masih ada hubungan keluarga dengan pasutri tersebut. "Empat orang ini satu kelompok. Pengakuan para tersangka, sabu ini berasal dari Malaysia," ujar Helmy.
Dari tangan RF dan AM, polisi berhasil mengamankan 500 gram sabu. Sehinga, barang bukti narkoba yang berhasil diamankan dari empat orang tersebut seberat 2,4 kg. Selain itu, polisi juga menyita 14 unit hape. Diduga, hape tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan pemesan.
Kini, empat orang tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 112 jo 114 dan pasal 132 ayat (1) UU Narkotika nomor 35 tahun 2009. Mereka terancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (JHN)