Peranan Komite SDN Mekarsari 01 Tamsel Bakal Sekolah Percontohan

Iklan Semua Halaman

.

Peranan Komite SDN Mekarsari 01 Tamsel Bakal Sekolah Percontohan

Sku Metropolitan
Minggu, 30 Oktober 2016

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan melalui upaya peningkatan mutu maka peran serta masyarakat perlu didorong untuk lebih bersinergi bersama pemerintah sehingga pendidikan khususnya di Kabupaten Bekasi dapat memiliki daya saing dengan daerah lainnya.
 
 Pemikiran itu tercetus dari dua sosok pribadi di SD Negeri Mekarsari 01, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, yakni kepala sekolah Nurdin Setiawan, SPd, dan ketua komite sekolah Mustakim Andi Baso SH, MBL, yang ditemui Metroplitan, Jumat (28/10/2016) lalu, di tempat berbeda di lingkungan sekolah.

Metropolitan: Semenjak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi pada sekitar 2015 lalu melakukan rotasi atau penyegaran terhadap kinerja sejumlah kepala sekolah, dan Disdik memberikan jabatan atau Amanah kepada Saudara untuk menjabat Kepala SD Negeri Mekarsari 01. 

Dari pantauan Metropolitan di lingkungan sekolah menunjukkan cukup signifikan pembangunan, diantaranya; pembangunan kamar mandi/WC di dua sudut tempat, ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dengan dua tempat tidur dan fasilitas lainnya, pembangunan sejumlah Wastafel atau tempat cuci tangan diluar ruang kelas, penataan taman sekolah, serta rencana pengerasan halaman sekolah dengan Hotmix. Apa yang memotifasi saudara sehingga selalu berkarya pada dunia pendidikan, termasuk di sekolah sebelumnya.

Kepsek: Semenjak saya lulus dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru) langsung mengajar di sekolah, dan kini pemerintah masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban jabatan atau Amanah sebagai kepala sekolah. 

Belum lama ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi bersama Kementerian Pendidikan di Jakarta memberikan kepercayaan kepada kami bersama sejumlah teman kepala sekolah di Kabupaten Bekasi untuk mengikuti study banding di luar daerah, maka itu, bekal dan motifasi untuk memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Bekasi semakin bertambah dan perlu di aplikasikan di Kabupaten Bekasi khususnya di bidang sarana dan prasarana untuk menunjang pencapaian daya saing pendidikan.

Metropolitan: Ketika saudara mengikuti study banding, apa prioritas yang perlu di aplikasikan di Kabupaten Bekasi.

Kepsek: Jujur saya katakan, sebelum sampai di Madura, Jawa Timur, saya dengan teman lainnya berharap jadi “dokter” di sana. Namun sampai di Madura, harapan itu sirna dan menjadi “pasien” disana. Pembangunan pendidikan di Madura, Jawa Timur, hingga di plosok sangat bagus.
 Semua bangunan sekolah dan sarana lainnya cukup bagus, termasuk disiplin siswa di sekolah sangat luar biasa. Padahal kita ketahui, Madura, Jawa timur, hanya penghasil garam dan tembakau, peran orang tua murid untuk pendidikan cukup besar disana.

Di era globalisasii, khususnya di Kabupaten Bekasi, sarana dan prasarana pendidikan perlu lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing serta peningkatan tatakelola, akuntabilitas yang selalu menjaga citra publik khususnya orang tua murid di sekolah.
Dalam rangka upaya mencapai program di sekolah, saya dan tenaga pendidik lainnya selalu menjaga hubungan kerjasama dengan komite sekolah beserta Korlasnya (kordinator kelas) agar bahu membahu menjalin komunikasi kepada orang tua siswa sehingga mendapat kepercayaan dari orang tua murid. Selain menjaga citra pemerintah khususnya pimpinan, peranan komite di sekolah adalah garda terdepan untuk mencapai program di sekolah.

Untuk itu, saya dan tenaga pendidik beserta staf lainnya mengapresiasi peranan dan kinerja ketua komite sekolah beserta Korlasnya yang dapat bekerjasama untuk memajukan pendidikan di SD Negeri Mekarsari 01. Demikian juga kepada orang tua murid yang selalu memberikan sumbangsih pemikiran baik melalui komite sekolah maupun langsung kepada saya dan teman teman tenaga pendidik.
Metropolitan: Bagaimana saudara menyikapi segilintir orang yang mengatakan ada dua manajemen di sekolah yakni pihak sekolah dan komite.

Kepsek: Itu pasti ada dua manajemen yang akhirnya satu. Saya tidak mencapuri program komite sekolah bersama dengan orang tua murid. Kapasitas saya sebagai kepala sekolah hanya mengetahui dan memberikan saran, selanjutnya memberikan informasi kepada pimpinan. 

Contohnya, perbaikan kamar mandi/WC yang telah selesai. Selanjutnya, program komite sekolah akan melakukan pengerasan halamam sekolah dengan  Hotmix, program itu sepenuhnya ditangani komite. Dan saya hanya memberikan saran kepada komite agar membuat pertanggungjawaban kepada orang tua murid dan kepala sekolah, ujar Nurdin sembari menganjurkan Metropolitan untuk menemui komite sekolah.
Menggali harmonisasi kepala sekolah dengan komite, demikian perbicangan Metropolitan dengan Ketua Komite SD Negeri Mekarsari 01 Mustakim Andi Baso SH, MBL.

Metropolitan: Bagaimana hubungan komite sekolah dengan kepala sekolah sehingga dapat bersinergi memajukan pendidikan di sekolah.

Komite: Cukup baik, dekat, bahkan kepada Korlas (kordinator kelas) dan orang tua murid. Bagi kami orang tua murid, keterbukaan atau transparansi untuk mengelola pendidikan agar lebih baik itu yang kami harapkan. Kami melihat kepala sekolah cukup terbuka, sering bertukar pikiran baik kepada kami komite demikian juga kepada sejumlah orang tua murid, sama halnya dengan tenaga pendidik dan staf lainnya. Kami orang tua murid menganggap sekolah ini seperti rumah besar yang memiliki keluarga besar sehingga perlu saling bahu membahu untuk merawat dan membenahinya.

Metropolitan: Apa yang mendorong saudara sehingga peduli memajukan pendidikan.
Komite: Siapa lagi kalau bukan kita orang tua murid. Orang tua murid adalah garda terdepan untuk memberikan pendidikan kepada anak, terutama di rumah, lingkungan, selanjutnya pendidikan di sekolah sehingga anak dapat memiliki budi pekerti. 

Kita orang tua murid hanya berjuang hidup untuk anak agar kelak berguna buat keluarga dan pemerintah. Untuk pendidikan anak, jangan banyak berharap kepada pemerintah, karena pemerintah juga punya batas kemampuan. Maka itu, pemerintah dalam pasal 46 ayat satu (1) Undang-undang Nomor.20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional menyebutkan pendanaan pendidikan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.

Demikian juga diatur pemerintah dalam lampiran dua (II) No. IV tentang peran dan fungsi komite sekolah dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor.044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah

Metroplitan: Semenjak menjabat Ketua Komite Sekolah, apa progam saudara yang telah tercapai, dan program berikutnya.

Komite: Lebih kurang satu tahun saya mendapat amanah sebagai Ketua Komite Sekolah, kami bersama orang tua murid telah menyelesaikan perbaikan kamar mandi/WC. Program selanjutnya, dalam waktu dekat kami orang tua murid akan melakukan pengerasan halaman sekolah dengan Hotmix yang keseluruhan biaya dari sumbangan orang tua murid. Demikian juga, kami komite sekolah telah mencoba membangun komunikasi dengan perusahaan Unilever untuk bersedia membantu kebersihan bagi anak didik seperti memberikan bantuan sabun, dan lainnya.

Rencana selanjutnya, setelah pekerjaan Hotmix selesai, kami akan mengundang Bupati Bekasi dan Ketua DPRD untuk melihat fasilisatas di sekolah khususnya bangunan sekolah yang masih jauh dari harapan orang tua murid.

Kami berharap kepada Muspida Kabupaten Bekasi agar memperhatikan sarana prasarana di sekolah khususnya bangunan bertingkat dari Pemda Bekasi yang mangkrak atau tidak selesai dibangun pada 2015 lalu. 

Metropolitan: Sebagai komite, saran apa yang telah saudara berikan kepada kepala sekolah untuk memajukan pendidikan.

Komite: Semua pembangunan di sekolah selalu kami bicarakan bersama, dan untuk program mendidik anak itu ranah guru terlebih didalam ruang kelas. Kami komite sekolah punya batasan dan selalu menjaga hubungan harmonisasi dengan pihak sekolah sebagaimana peran dan fungsi komite sebagaimana diatur dalam Kepmendikbud No.044/U/2002 tentang dewan pendidikan dan komite sekolah. (Marihot)