Setiap Tahun Proyek Pemeliharaan Jalan Milik Propinsi di Anggarkan Telan Dana 16 Miliar Jalan Kembali Rusak

Iklan Semua Halaman

.

Setiap Tahun Proyek Pemeliharaan Jalan Milik Propinsi di Anggarkan Telan Dana 16 Miliar Jalan Kembali Rusak

Sku Metropolitan
Minggu, 30 Oktober 2016



Foto : Kondisi kini Jalan milik Propinsi  Sumsel  didaerah Simpang Periuk, Tugu Mulyo  dan  Terawas Kabupaten  Musirawas  Rusak Parah. 



Musirawas, Metropolitan - Sudah tiga tahun berturut-turut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mengalokasikan dana berkisar Rp. 16.330.547.000,-,(Enam Belas Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Juta Lima Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Rupiah), untuk Proyek Pemeliharaan Jalan Milik Propinsi yang ada di Daerah Simpang Periuk,Tugu Mulyo dan Terawas Kabupten Musirawas. Adapun rincian anggaran pertahunnya adalah tahun 2014 dianggarkan Rp.7.895.119.000, 2015 dianggarkan sebesar Rp.3.599.482.000, dan tahun 2016 Rp.3.835.945,000,-.


Namun, ternyata jalan milik Propinsi di lokasi tersebut hampir rata-rata terlihat rusak parah dan berlubang, ironisnya setiap tahun proyek jalan itu dianggarkan diduga ada berapa titik lokasi jalan yang semestinya diperbaiki namun tidak ada sama sekali diperbaiki.

Sementara itu,Rivai, yang mengaku warga Terawas, yang sering  melewati jalan tersebut saat dikonfirmasi  Mteropolitan, Minggu lalu mengatakan sudah tiga tahun dari  tahun 2014, 2015 dan 2016 jalan disini diperbaiki, tapi kondisi jalan masih tetap rusak dan berlubang.

“ Ditahun 2014 perbaikan jalan di Terawas meliputi Desa Sumber Jaya, Desa Sumber Karya dan Desa Babat Kecamatan Terawas titik perbaikan jalan sedikit, dengan pekerjaan menampal jalan berlubang memakai batu koral tidak memakai aspal. Yang paling banyak perbaikan jalan dilokasi tersebut ditahun 2015 dan 2016 dengan pekerjaan menampal jalan berlobang memakai aspal. itupun kondisi jalan yang di perbaiki sudah rusak kembali”, Ujarnya.
          
   Dikatakannya, Anehnya, pada saat pelaksanaan  perbaikan  jalan dilakukan pilih-pilih, dimana badan jalan yang terlihat rusak ringan diperbaiki tapi badan jalan yang nampak rusak parah tidak diperbaiki. Jika kerusakan jalan itu rusaknya parah, maka menghabiskan aspal sedikit, tapi kalau jalannya terlihat rusak parah tentu banyak makan aspal. Sehingga biaya yang dikeluarkan sedikit.

“Dengan cara begitu sudah jelas permainan kotor pihak pemborong dan oknum pihak PU agar mereka dapat untung besar dalam proyek tersebut”, Tegasnya. 

Selain itu, Arman, yang mengaku warga Simpang Periuk, ketika ditanya Metropolitan, Minggu lalu, mengatakan di tahun 2014 dan 2016 jalan milik propinsi Simpang Periuk sampai Kelurahan Karang Ketuan perbatasan Kota Lubuklinggau dan Musirawas diduga tidak ada perbaikan jalan.

“Jadi, pekerjaan perbaikan jalan di lokasi yang saya sebutkan tadi  hanya ada ditahun 2015 titiknya di Desa Tanah Periuk, dengan pengerjaan jalan yang berlubang parah ditambal mengunakan aspal sebanyak 2 spot  dengan ukuran berkisar  Lebar 3 m x Panjang 15 m dan lebar 3 m x panjang 50 m, itupun tidak seluruh  jalan diperbaiki  masih banyak jalan yang rusak parah seperti jalan di desa Tanah Periuk dan Kel Siring Agung”,Ungkapnya.

Kemudian, Pantuan Metropolitan bersama awak media lain dilokasi menyebutkan kondisi jalan di sepanjang jalan Simpang Periuk, Jalan Tugu Mulyo dan Jalan Terawas dalam wilayah Kabupaten Musirawas (Sumsel) yang diperbaiki tiap tahun saat ini hampir rata-rata mengalami rusak dan berlubang kembali.

Di tahun 2014, pemeliharan  jalan milik propinsi Sumsel dari Simpang Periuk sampai Perbatasan Kota dan Kabupaten  Musirawas, dari Kecamatan Tugu Mulyo, Kecamatan Sumber Harta sampai Objek Wisata Danau Aur diduga tidak ada perbaikan jalan.

Perbaikan jalan hanya ada di tahun 2015 di desa Tanah Periuk yakni penampalan jalan sebanyak dua  spot dengan ukuran berkisar Lebar 3 mx panjang15 m dan lebar 3m x panjang 50m dan Kecamatan Terawas meliputi di Desa Sumber Jaya,Sumber Karya dan desa Babat. Sedangkan Kecamatan Tugu Mulyo diduga tidak ada perbaikan jalan.
           
 Sedangkan, tahun 2016, pemeliharaan jalan Propinsi dilokasi itu dianggarkan kembali, titik perbaikan jalan mulai dari jalan Simpang Periuk sampai Perbatasan Kota dan Kabupaten, Seputar Kecamatan Tugu Mulyo dan Kecamatan Sumber Harta diduga hampir tidak ada perbaikan sama sekali. Yang ada di depan lokasi Objek Wisata Danau Aur itupun kondisi jalan yang di perbaiki sudah rusak kembali,dan dari danau Aur ke  Simpang Terawas terlihat ada perbaikan tampal sulam seperti di Desa Sumber Jaya, Sumber Karya dan Desa Babat Kecamatan Terawas berkisar 40-45 titik spot dengan panjang bervariasi 50, 30, 20, 10 dan 5 meter per titiknya.

Sementara itu, Metropolitan bersama awak media lain telah melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi tertulis kepada pihak PU Bina Marga Propinsi Sumsel, melalui Unit Pelaksana Teknis Kegiatan (UPTD) PJ3 di Lubuklinggau. Tapi sampai saat ini Metropolitan bersama tim belum menerima tanggapan baik secara tertulis maupun secara lisan dari pihak Dinas PU Bina Marga Propinsi Sumsel maupun Unit Pelaksana Teknis Kegiatan (UPTD) PJ3 di Lubuklinggau.(Antoni).