DESA MARGOREJO SEBAGAI PERCONTOHAN TERTIB ADMITRASI LUNAS PBB DAN TERPILIH ADAKAN LOMBA KESTRAK

Iklan Semua Halaman

.

DESA MARGOREJO SEBAGAI PERCONTOHAN TERTIB ADMITRASI LUNAS PBB DAN TERPILIH ADAKAN LOMBA KESTRAK

Sku Metropolitan
Minggu, 27 November 2016
LAMPURA, METRO. - Lomban Kesatuan gerapik (Kesrak) tingkat Kabupaten di pusatkan di Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara rabu (9/11). Desa Margorejo, mewakili delapan Desa, hal itu dikatakan Camat Kotabumi, Najamudin, baru- baru ini.



Najamudin menuturkan, tujuan lomba ini untuk untuk menggalakkan hidup sehat, sehinga akan tercapai hidup yang sejatra. Desa Margorejo untuk kali kedua sebagai pusat perlombaan Kesrak, pertama tahun 1990, sudah 26 tahun ini baru terwujut.  

Antusias  warga Desa Margorejo Kec. Kotabumi Utara Kabupaten Lampura dalam acara penilaian lomba Kesrak PKK-KB, sanagat tinggi, jelasnya..  

Turut hadir, Anggraeni syamsir, Ibu Asisten II, Ibu Kadis Kehutanan, Camat Kotabumi utara, Kasi Paud, Kades Margorejo Andi sabak.

Dalam kesempatan itu, Anggraeni syamsir, Mengatakan, penilaian dalam lomba kesrak pkk-kb-kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Administrasi 10 program pokok pkk, 2. Pencapaian hasil kegiatan kesrak Pkk-kb-kesehatan, 3. Posyandu yang dilegitrasikan KB dan PAUD, 4. Prilaku hidup yang sehat
5. Lingkungan bersih dan sehat, 6. Penguasaan kader terhadap puskes masing-masing
7. Dasar Wisma, 8. KDRT, 9. P2K PKK,10. Hatinya PKK,11. Pemeriksaan inbo.

Adapun pemenang lomba kesrak pkk-kb-kesehatan tingkat Kab. Tahun 2016 akan di ikut sertakan ke tingkat Propinsi Lampung.

Sementara itu, Kepala desa Margorejo, Andi, mengatakan, walaupun kami belum memiliki kantor Desa, camat mempercayai desa kami sebagai tempat pelaksanaan lomba Kesrak. 

Duapuluh enam tahun lalu desa kami sudah menjadi tuan rumah pelaksanaan loma seperti ini. Selama itu desa kami boleh dikatakan tidur, tetapi saat ini sudah bangun kembali. Dengan diadakannya lomba di Desa kami akan menjadi motivasi bagi seluruh masyarat, katanya.


Dia menambahkan,  kesadaran masyarakat untuk membayar pajak bumi dan bangunan sudah tinggi. Hal itu terbukti dengan target yang ditetapkan sebesar Rp 3.200.000 telah tercapai Rp 3.060.000, sisanya bisa dikatakan bermasalah, karena ada yang ganda dan obyek pajak tidak diketahui. Sedangkan yang ganda dan yang tidak jelas keberadaan objek pajak, telah kami kembalikan pada bulan Juni dan Juli lalu, jelasnya. (.RAMA)