Diduga Aset PDAM Tirta Bagasasi, Terpendam Lumpur

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Aset PDAM Tirta Bagasasi, Terpendam Lumpur

Sku Metropolitan
Minggu, 13 November 2016
Bekasi, METRO - Akibat kurangnya kepe dulian dan pengawasan Aset Pemeri ntah, Kapal pengangkut Air bersih  didduga m ilik PDAM Tirta Bagasasi dibiarkan terda mpar hingga puluhan tahun di Cikarang Beka si Laut (CBL). 
 
Ade, salah seorang warga Kampung Sawah Des Muarabakti Kecamatan Babelan menutu rkan, Kurang lebih lebih lima belas (15) ta hun,  kapal tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan dari pemiliknya. Banyak orang yang mempertanyakan kapal tersebut. Saya sebagai penambang perahu selalu fitanya penumpang tentan kapal besi yang terdampar di sisi kali CBL.

Menurutnya, Kapal besi yang terpendam lumpur, sepengetahuan saya dulunya itu milik PDAM, sudah lama dipinggir kali. Kami sebagai warga tidak berani mengutak-atik perahu besi itu. Lokasi perahu besi itu hanya berjarak lima puluh menter dengan lokasi kerja saya. Kami tidak mengetahui siapa yang mengambil mesin perahu tersebut, agar lebih jelas hubungi saja Sopani, jelasnya.

Sopani, ketika dikonfirmasi tentang keberadaan kapal besi yang terdampar I Kali CBL, membenarkan informasi Ade. Dua kapal pengangkut air tercatat sebagai aset PDAM Tirta bagasasi. Sudah lama terpendam lumpur, di bantaran kali CBL. 

"Dahulunya saya Nakhoda kapal tongkang penganggkut Air tersebut, untuk melayani bantuan Air bersih yang di berikan cuma-cuma ke masyarakat pesisir pantai, mulai Desa Hurip jaya, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan sampai wilayah Muara Bendera Kecamatan Muara gembong, katanya sopani.

Sebagai mantan Nakhoda kapal pengangkut air tersebut, kapal tersebut bantuan dari Provinsi jawa barat, pada akhir Tahun 1999 silam, kapal tongkang pengangkut air tersebut menjadi tanggungan saya dan seorang rekan kerja lainnya, akan tetapi setelah beroperasi kurang lebih selama satu tahun , ada kendala pada bagian mesin, seal mesin bocor. Sejak saat itu saya laporkan ke bagian aset, akan tetapi tidak ada tanggapan dan tindakan untuk langkah perbaikan ataupun solusi, paparnya.

Sopani menambahkan, sejak saat itu akhirnya supply pasokan air bersih bagi masyarakat pesisir terhenti, karena tidak adanya dermaga husus buat kapal pengangkut air, akhirnya kapal tersebut parkir di bantaran kali CBL, terangnya.

Seiring berjalannya waktu kata mantan Nakhoda kapal karam , ditambah kondisi musim penghujan serta banjir nasional pada tahun 2002 lalu dan pada akhirnya kapal besi tersebut dibiarkan terdampar tanpa ada perhatian dari PDAM Tirta Bagasasi. "Kapal besi berkapasitas muatan 30 ton air bersih dengan panjang 12 meter, lebar 4 meter, tinggi 2 meter, akhirnya semakin lama semakin tertimbun lumpur",imbuhnya.

Sopani berharap, kebutuhan akan Pasokan air bersih bagi warga pesisir pantai masih sangat dibutuhkan, saya sudah beberapa kali mengajukan kapal tongkang pengganti yang terbuat dari fiber dengan tonase yang sedang agar dapat di operasikan kembali untuk bantuan pasokan air bersih bagi warga Pesisir, dari wilayah Hurip Jaya hingga Muara gembong, harapnya.
Masih kata sopani, secara administrasi semua kejadian yang ada, dari 2 buah kapal karam terendam lumpur sudah saya laporkan kepada bagian aset, bahkan dari seluruh bagian kapal seperti mesin penggerak dan lainnya tidak ada yang terselamatkan , karna menempel pada bagian kapal, pungkasnya.( ACEP)