Diduga Jaringan Teroris, Diciduk Densus 88

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Jaringan Teroris, Diciduk Densus 88

Sku Metropolitan
Sabtu, 19 November 2016
BEKASI, METRO - Petugas Densus 88 menciduk dua orang warga yang menghuni sebuah rumah kontrakan di Kp. Lubang Buaya RT 02/05 Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Jum’at (18/11) pagi, sekitar pukul 04.30 WIB.
 
Informasi sementara yang SKU METROPOLITAN himpun, keduanya diciduk lantaran terindikasi akan melakukan kerusuhan pada aksi tanggal 25 November 2016 mendatang di DKI Jakarta.Guna pemeriksaan lebih lanjut, saat ini keduanya diamankan petugas Densus 88 untuk dimintai keterangan.
Kasie Humas Polsek Setu, Aiptu  Parjiman saat dihubungi belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait dengan pencidukan dua orang tersebut di rumah kontrakannya yang dilakukan Petugas Densus 88.
Selain mengamankan dua orang warga yang menghuni sebuah rumah kontrakan di Kampung. Lubang Buaya RT 02/05 Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Petugas Densus 88 juga menciduk 3 orang lainnya dari dua lokasi berbeda yang berdekatan dengan lokasi pertama sekitar pukul 10.00 WIB
Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Kunto Bagus mengatakan, bahwa kelima orang yang diamankan tersebut merupakan terduga jaringan teroris, masing-masing berinisial J (20), R (25), W (35), I (19) dan F (24).
“Kelimanya dimankan dari tiga lokasi berbeda yakni, di sebuah rumah kontarakan di RT 02/05, di RT 02/08 dan di Kavling Tandang Mandiri Blok B6 No 5 RT 03/008 Kp. Lubangbuaya, Desa Lubangbuaya Kecamatan Setu,” kata dia.
Dalam pengamanan kelima orang tersebut, Petugas Densus 88 di back up oleh anggota Polsek Setu dipimpin Kapolsek Setu serta anggota Polres Metro Bekasi. Hingga saat ini, petugas Densus 88 masih memeriksa kelima orang tersebut.
Sementara itu Ketua RW 05, Mulyadi, mengatakan, mereka belum pernah melapor sehingga identitasnya tidak diketahui. Rumah tersebut ditempati pasangan suami-istri beserta 3 anaknya.
“Istrinya selalu bercadar. Saya sempat menegur untuk melapor ke RT. Mereka tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat. Sempat diundang di acara selamatan dan tidak datang,” jelasnya.
Ketua RT setempat, Ciman, mengatakan, penghuni rumah tersebut sudah hampir 1 bulan tinggal berstatus mengontrak dan belum melapor ke pihaknya. Dalam kesehariannya, mereka menjual pulsa. Ciman mengaku tidak mengenal penghuninya.
“Tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat dan (kita) tidak pernah menanyakan indentitasnya karena mereka tertutup,” jelasnya. (beresman)