Gedung PAUD Dan MI GUPPI Tak Dilirik Pemda

Iklan Semua Halaman

.

Gedung PAUD Dan MI GUPPI Tak Dilirik Pemda

Sku Metropolitan
Minggu, 27 November 2016
INDRAMAYU, METRO - Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan Sekolah Dasar (SD). MI yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Karena kegiatan belajara mengajar dikelola oleh kementerian Agama, maka Pemerintah Daerah tidak memperdulukan keberadaan sarana pendidikan tersebut.

Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Lulusan Madrasah Ibtidaiyah dapat melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah sama dengan kurikulum Sekolah Dasar, hanya saja pada MI terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Islam.

Selain mengajarkan mata pelajaran sebagaimana Sekolah Dasar, juga ditambah dengan pelajaran-pelajaran seperti, Alquran dan Hadits, Aqidah dan Akhlaq, Fiqih Sejarah Kebudayaan Islam Bahasa Arab Di Indonesia.

Setiap warga negara berusia 7 sampai 15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni Sekolah Dasar (sederajat) 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (sederajat) 3 tahun.
Untuk membuat menjadi aman dan nyaman belajar di sekolah tentunya bangunan sekolahpun harus mendukung proses kegiatan di sekolah. Namum berbeda dengan kondisi yang ada di bangunan sekolah PAUD dan MI Losarang Di Desa Losarang Blok Jarong Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu yang kondisi bangunan di sekolah tersebut sangat memprihatinkan.

Saat awak media ini menemui Kepala Sekolah PAUD dan MI Losarang, Kabupaten Indramayu, Ahmad Syafei SPd di ruang kerjanya mengungkapkan, dari banyaknya lomba yang pernah di adakan di sekolah PAUD dan MI GUPPI Losarang tersebut pernah menyandang peringkat pertama dan kedua, diantara, untuk PAUD juara pertama lomba melukis dan juara dua senam anak soleh dan lomba kostum tradisonal.

"Untuk MI nya pernah meraih juara satu lomba lari maraton. Juara dua lomba kaligrafi, juara lomba Marching Band, dan juara calistung,' Jelasnya, Jumat (25/11/2016).

Ia menambahkan, jumlah murid MI ada 132 siawa,  PAUD ada 35 siswa, sedangkan  tenaga pengajar ada 8 orang.


Walau kondisi gedung sekolah yang sudah rusak seperti di ruangan kelas, ia berharap kepada Pemerintah Pusat dan Daerah untuk bisa memantau gedung  pendidikan PAUD dan MI Losarang. "Kalau sarana pendidikan ini bagus, semangat guru untuk mengajar dan semangat siswa belajar akan bertambah. Dengan kondisi seperti ini, guru dan siswa kurang nyaman" pungkasnya.(Kabir)