Ketua MKKS: Pemicu Putus Sekolah Karena Tingginya Biaya

Iklan Semua Halaman

.

Ketua MKKS: Pemicu Putus Sekolah Karena Tingginya Biaya

Sku Metropolitan
Minggu, 13 November 2016
TULANG BAWANG BARAT.METRO-  Besar nya biaya kebutuhan sekolah bagi siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mendorong sejumlah tokoh pendidikan di Kabupaten itu meminta Pemerintah Kabupaten Tubaba untuk memprogramkan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) bagi siswa baik sekolah negeri, maupun swasta sebagai mana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Tubaba, Pujianta, saat ditemui wartawan, di sela-sela kemeriahan acara HUT ke-33 Smansa Tumijajar, Sabtu (7/11/2016).

Dia menjelaskan, Bosda adalah alokasi dana yang berasal dari kabupaten/kota (dan provinsi) yang digunakan untuk mendukung BOS nasional dalam pembiayaan operasional sekolah.

"Pemicu angka putus sekolah salah satunya karena tingginya biaya kebutuhan pendidikan. Saat ini kebutuhan minimal per siswa SMA non personal mencapai Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta. Dari nilai itu, saat ini mereka mendapat subsidi Rp1,4 juta per tahun dari APBN, selebihnya ditanggung wali murid masing-masing siswa," kata Pujianta yang juga Kepala SMAN 1 Tumijajar tersebut.

Selaku tokoh pendidikan, dia berharap peran serta pemerintah daerah sebagai mana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Biaya Pendidikan Tingkat SMA yang menegaskan bahwa biaya nonpersonal siswa ditanggung wali murid dan pemerintahan daerah terwujud di bumi berjuluk Ragem Sai Mangi Wawai ini.

"Itu aspirasi kami, karena di sini belum ada, untuk itu kami berharap pemerintah daerah bisa memprogramkan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) sesuai dengan kemampuan APBD kita, seperti di DKI Jakarta," ujarnya.

Terkait program yang santer disuarakan calon petahana Umar Ahmad dan Fauzi Hasan di setiap kampanye, yakni akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai modal dasar pembangunan di Tubaba, tanpa ragu dia mengaku sangat mengapresiasi program tersebut.

"Dari kacamata dunia pendidikan, tentunya kami sangat mendukung soal itu, mudah-mudahan itu bisa dimaknai sebagai upaya pemerintah daerah ke depan benar-benar mewujudkan program Bosda yang kami maksud, " ujarnya.

Secara terpisah, calon Bupati yang juga Bupati nonaktif Tubaba, Umar Ahmad, ditemui di kediamannya, membenarkan bahwa pihaknya menjanjikan program peningkatan SDM bagi warganya, jika terpilih kembali menjabat kepala daerah periode 2017-2022 mendatang.
"Benar itu fokus kami ke depan, pembangunan sumber daya manusia itu akan kita pilah skala prioritasnya, soal Bosda sudah pasti lambat laun kita akan menuju ke sana, " ujarnya.

Pujianta, ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA, mengapresiasi program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang di janji kan pasangan petahana, Umar Ahmad dan Fauzi Hasan, tandas. (Heroni/jns).