Kampanyekan Gerakan Sosial Pendidikan

Iklan Semua Halaman

.

Kampanyekan Gerakan Sosial Pendidikan

Sku Metropolitan
Sabtu, 10 Desember 2016
Indramayu. METRO - Seorang lelaki setengah baya, Samsudin Surya (45) yang dikenal sebagai Manusia Kardus, warga desa Krasak blok Pulo Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, kembali melakukan aksi Jalan kakinya yang ke-10 kali.

Dalam aksinya kali ini, Ia berangkat dari desa Krasak Indramayu menuju Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat, yang mengambil tema "OXY MATTER" atau Kampanye Peduli Oksigen, yang mulai berangkat pada Senin (05/12) pagi tadi.

"Kali ini, aksinya adalah Oxy Matter atau peduli oksigen, artinya bahwa oksigen adalah penting untuk kehidupan makhluk hidup, itu sebabnya bahwa pelestarian hutan itu sangat penting, dan sumber oksigen adakah dari tumbuh-tumbuhan atau dari hutan," Ungkapnya.

Menurutnya, bahwa apapun pandangan politik seseorang, bangsa orang tersebut, pekerjaan yang dilakukannya, budayanya, latar belakang pendidikan, semuanya membutuhkan oksigen, dan oksigen berasal dari hutan.

"Akhirnya kita harus sadar bahwa oksigen lebih penting dari apapun," Cetusnya.
Seperti diketahui, ia pernah melakukan aksi jalan kaki dari Indramayu - Jakarta pada Tahun 2010, untuk aksi penyadaran publik tentang hak-hak politik rakyat dengan membentangkan spanduk selama perjalanannya, hingga sampai ke LP Cipinang.

Kemudian, pada 2012 melanjutkan aksinya untuk mengajak masyarakat Indramayu agar berani mengkritisi terhadap kinerja atau kebijakan Pemerintah yang tidak pro rakyat, dan agar masyarakat peduli pada kondisi lingkungan Indramayu. Perjalanannya tersebut dari Masjid Agung Indramayu sampai ke wilayah Kecamatan Gantar, yang berjarak 70 kilometer dan menempuh perjalanan selama 3 hari.

Selain itu, pada 2013 setelah Ia memilih keluar menjadi pengajar honorer di SDN Krasak 3, ia melanjutkan perjalanannya kembali dari Gunung Jati Kabupaten Cirebon menuju Jakarta melalui jalur tengah kota Subang - Purwakarta hingga sampai ke depan Istana Presiden dan Bundaran HI.

"Waktu 2013 lalu, aksi jalan kaki saya itu untuk menggugat kondisi pendidikan di Indramayu, serta menggugat kepedulian Pemerintah Daerah Indramayu terhadap kondisi Buruh Migran, dengan memakai kostum baju kardus dan bertuliskan kritik sosial permasalahan di Indramayu, aksi itu dilakukan di bundaran HI dengan berdiri mematung dan berkeliling, dibantu oleh salah satu rekan aktifis Jakarta," Ungkapnya.

Pada 2014, lanjut Samsudin, melakukan aksi jalan kaki dari Malang ke Surabaya Jawa Timur, dengan memakai kostum plastik dan helm berbahan kardus bertuliskan Anti Money Politic, sebagai penyadaran ke publik bahwa Politik uang itu berbahaya bagi Demokrasi.

"Waktu tahun 2015, saya jalan kaki dari Malang ke Jombang, untuk menggugah masyarakat NU agar anti korupsi, perjalanan saya saat itu sampai di acara Muktamar NU di Jombang lalu ke makam Gus Dur," Terangnya.

Dikatakannya, bahwa saat menjelang Pemilukada Indramayu ia juga melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta di gedung KPK, untuk menolak adanya praktek Mahar Politik.

"Pada 1 April 2016 lalu, saya bersepeda dari Gedung Manggala Wanabakti / Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) Jakarta menuju Jambi, untuk mendongeng keliling tentang hewan langka Indonesia.
"14 Juli hingga September, lanjut dari Jambi sampai kota Sabang, untuk terus mendongeng di sekolah-sekolah, mengajak anak-anak agar mengenal dan mencintai hewan langka Indonesia," Jelasnya.

Aksi mendongeng keliling Samsudin tersebut dilanjutkan ke Samarinda, Kukar dan Balikpapan Kalimantan Timur, pada September hingga November lalu. Ia berharap agar aksi sosial yang ia lakukan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat di bidang Pendidikan, sosial politik, budaya dan lingkungan hidup. (Kabir)