Kontraktor Keluhkan Uang Kordinasi

Iklan Semua Halaman

.

Kontraktor Keluhkan Uang Kordinasi

Sku Metropolitan
Minggu, 18 Desember 2016


Bekasi, METRO
Maraknya Pereman dikampung Pondok Soga, Desa Pantai Hurip, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan oleh para Kontraktor yang mengerjakan Saluran Air, atau Drenase, Pereman tersebut melakukan pemalakan.

Pereman itu kalau tidak dikasih uang Jalan, mengancam akan menyetop pekerjaan tersebut, berdalih uang kordinasi. Buat anak jalanan, pungkasnya, Cep, Pelaksana pembangunan Saluran air.
Menurutnya, kalau tidak dikasih Uang kordinasi sebesar Rp 2 juta perlokasi, akan melakukan anarkis atau merusak pekerjaan Saluran air tersebut.

Karena Kontraktor yang mengerjakan pembangunan di kampung itu, menjadi ajang manfaat bagi para pereman untuk meminta uang.

Padahal pekerjaaan untuk kepentingan masyarakat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, yang di Anggarkan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) bukan punya swasta. Kalau preman melakukan anarkis atau pemalakan dilokasi, pihak penegak Hukum harus bertindak. Karena pekerjaan ini dipayungin Hukum, ujarnya.

Dengan Adanya Pekerjaan pembangunan di wilayah Desa Pantai Hurip, Kecamatan Babelan, Kades Nadja Efendi, dan para Pemerintah Desa diduga mendukung keberadaan preman yang melakukan pemalakan, sepertinya pemerintah Desa tidak mendukung program pemerintah.

Diduga para pereman memang dikerahkan oleh oknum Desa Pantai Hurip melakukan pemalakan seperti itu, sehingga para preman bisa melakukan seperti apa aja yang ia mau, karena didukung boleh oknum Desa.

Seperti preman kampung yang satu ini, Mandor Am/ alias Rbt,  selalu membuat onar dilokasi pekerjaaan Drenase. ( Acep)