Mujianto Akui Setiap Tahun Pemeliharaan Jalan Propinsi Diperiksa Penegak Hukum

Iklan Semua Halaman

.

Mujianto Akui Setiap Tahun Pemeliharaan Jalan Propinsi Diperiksa Penegak Hukum

Sku Metropolitan
Minggu, 18 Desember 2016
 

Foto : Kondisi  Jalan  Milik Propinsi Simpang Periuk, Tugumulyo dan Terawas  baru selesai di perbaiki, kini rusak kembali

Musirawas, Metro
            
Soal Kegiatan Pemeliharaan Jalan Milik Propinsi Sumatera Selatan di daerah Simpang  Periuk,Tugumulyo dan Terawas Kabupaten Musirawas yang sudah tiga tahun berturut- turut dilakukan perbaikan namun kondisinya saat ini kembali rusak Parah.Musirawas, Metro

            Hal ini membuat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Propinsi Sumatera Selatan, melalui Mujianto, Kepala UPTD PJ3 Kab.Musirawas angkat bicara melayangkan surat klarifikasi tertulis dengan No.80/UPTD-MR/XI/2016 terkait proyek tersebut  mengatakan  sepanjang ruas jalan Simpang Periuk,Tugumulyo dan Terawas banyak titik titik atau lokasi jalan mengalami rusak parah, dengan volume terbatas sehingga perlu perbaikan jalan dilaksanakan pada lokasi sangat penting dengan cara pilah-pilah.

            “Pelaksanaan perbaikan jalan dilakukan spot-spot pada daerah yang kondisi jalan rusak parah dengan menggunakan beton semen, agregat dan aspal hot mix, semua dikerjakan sesuai dalam kontrak. Tapi perbaikan jalan itu ada memakai material koral dan dipakai di daerah-daerah tertentu, darurat dan penting, hal ini dilakukan diluar kontrak guna kelancaran lalu lintas”, Ujarnya.
Ketika disinggung apakah proyek ini sudah pernah diperiksa aparat penegak hukum, Mujianto membenarkan bahwa proyek tersebut sudah pernah diperiksa. “ Sudah setiap tahun Proyek ini diperiksa aparat penegak hukum”, tegasnya.

            Sementara itu, Rivai, mengaku warga Terawas, yang sering melewati jalan tersebut saat dikonfirmasi Metropolitan mengatakan sudah tiga tahun dari  tahun 2014, 2015 dan 2016 jalan disini diperbaiki, tapi kondisi jalan masih tetap rusak dan berlubang.

“Ditahun 2014 perbaikan jalan di Terawas meliputi Desa Sumber Jaya, Desa Sumber Karya dan Desa Babat Kecamatan Terawas titik perbaikan jalan sedikit. Dengan pekerjaan menampal jalan berlubang memakai batu koral tidak memakai aspal. Yang paling banyak perbaikan jalan dilokasi tersebut ditahun 2015 dan 2016 dengan pekerjaan menampal jalan berlobang memakai aspal. itupun kondisi jalan yang di perbaiki sudah rusak kembali”, Ujarnya.

            Dikatakan Rivai, Anehnya, pada saat pelaksanaan  perbaikan  jalan dilakukan pilih-pilih, dimana badan jalan yang terlihat rusak ringan diperbaiki tapi badan jalan yang nampak rusak parah tidak diperbaiki. Jika kerusakan jalan itu rusaknya tidak parah, maka menghabiskan aspal sedikit, tapi kalau jalannya terlihat rusak parah tentu banyak menghabiskan aspal. Sehingga biaya yang dikeluarkan sedikit.

“Dengan cara begitu sudah jelas permainan kotor pihak pemborong dan oknum pihak PU agar mereka dapat untung besar dalam proyek tersebut”, Tegasnya. 
Selain itu, Arman, yang mengaku warga Simpang Periuk, ketika ditanya Metropolitan mengatakan tahun 2014 dan 2016 dari jalan Simpang Periuk sampai Kelurahan Karang Ketuan perbatasan Kota Lubuklinggau dan Musirawas diduga tidak ada perbaikan jalan.

“Jadi, perbaikan jalan di lokasi yang saya sebutkan tadi  hanya ada ditahun 2015 saja di Desa Tanah Periuk, dengan pekerjaan menampal lubang dengan aspal sebanyak 2 spot  dengan ukuran berkisar  Lebar 3 m x Panjang 15 m dan  lebar  3 m x panjang 50 m, itupun tidak seluruh jalan diperbaiki masih banyak jalan yang rusak parah seperti jalan di desa Tanah Periuk dan Kel Siring Agung”,Ungkapnya.

Kemudian, Pantuan Metropolitan bersama awak media lain dilokasi menyebutkan di tahun 2014, pemeliharan  jalan Milik Propinsi dari Simpang Periuk sampai Perbatasan Kota dan Kabupaten Musirawas, dari Kecamatan Tugu Mulyo, Kecamatan Sumber Harta sampai Objek Wisata Danau Aur diduga tidak ada perbaikan jalan.
Perbaikan jalan hanya ada di tahun 2015 di Desa Tanah Periuk yakni penampalan jalan sebanyak dua  spot dengan ukuran berkisar Lebar 3 mx panjang15 m dan lebar 3m x panjang 50m dan Kecamatan Terawas meliputi di Desa Sumber Jaya,Sumber Karya dan desa Babat. Sedangkan Kecamatan Tugu Mulyo diduga tidak ada perbaikan jalan.

            Sedangkan, tahun 2016, pemeliharaan jalan Propinsi dilokasi itu dianggarkan kembali, titik perbaikan jalan mulai dari jalan Simpang Periuk sampai Perbatasan Kota dan Kabupaten, Seputar Kecamatan Tugu Mulyo dan Kecamatan Sumber Harta diduga hampir tidak ada perbaikan sama sekali. Yang ada di depan lokasi Objek Wisata Danau Aur itupun kondisi jalan yang di perbaiki sudah rusak kembali,dan dari danau Aur ke  Simpang Terawas terlihat ada perbaikan tampal sulam seperti di Desa Sumber Jaya,Sumber Karya dan Desa Babat Kecamatan Terawas berkisar 40-45 titik spot dengan panjang bervariasi 50, 30, 20, 10 dan 5 meter per titiknya.

Perlu diketahui, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Propinsi Sumatera Selatan, mengalokasikan dana berkisar Rp,16.330.547.000,-,(Enam Belas Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Juta Lima Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Rupiah),untuk Proyek Pemeliharaan Jalan Milik Propinsi di Simpang Periuk,Tugu Mulyo dan Terawas  Daerah Kabupaten Musirawas. Adapun rincian anggaran pertahunnya adalah tahun 2014 dianggarkan Rp.7.895.119.000, 2015 dianggarkan sebesar Rp.3.599.482.000,dan tahun 2016 Rp.3.835.945,000,-.(Toni)