Proyek Jaling Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Iklan Semua Halaman

.

Proyek Jaling Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Sku Metropolitan
Rabu, 28 Desember 2016
Indramayu, METRO - Proyek pembangunan jalan lingkungan (Jaling) di RT 05/04 Desa Jumbleng Kacamatan Losarang diduga dikerjakan asal jadi. Hal itu diuangkapkan beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan.  
 
Warga mengungkapkan, pelaksana pembangunan tidak memasangan papan proyek, maka kami tidak mengetahui, berapa volume dan berapa biaya pembangunannya. Kami menilai pelaksana segaja tidak memasang papan proyek agar masyarakat tidak mengetahui nilai proyek. Diduga ada kerja sama pelaksana pengan pengguna anggaran untuk mencari keuantungan pribadi, katanya.
Warga menambahkan, beberapa ruas jalan yang baru dikerjakab sudahmengaami keretakan dan beberapa baagian terlihat menonjol, diduga pelaksana tidak memadatkan bahan material yang dibuat  kontraktor. 

Pengamatan metro di lapangan, proyek Jaling sepanjang kurang lebih 30 meter banyak betu batuaan yang menonjol. Diduga pelaksana pembangunan melaksanakaan pekerjaan asal jadi. Papan proyek tidak terpasang, padahal, setiap proyek yang dananya bersumber dari APBD dan APBN harus ddipasang Papan proyek.   
 
Mereka menuding vinishing jalan oleh pihak kontraktor banyak kecurangan telah dilakukan, selain diindikasi bahan material berkwalitas jelek dan tak sesuai speck maupun dalam pemadatan  lapisan penestrasi (lapen) dianggap kurang padat dan hanya di taburi pasir tak di serta,i besos 

Akibatnya, gelaran aspal belum kelar seminggu ini, ada beberapa titik ruas jalan terlihat retak dan brodol batu yang masih menonjol di bagian tepi jalan warga sangat menyayangakan dengan pekrjaan pihak kontraktor yang tak bertanggung jawab panjang nya pun kurang 30meter an lagi di bagian depan gang masuk pantauan metro di lapangan 18/12/16 terlihat banyaknya batu yang masih menonjol dan ketebalan hotmik tak sesui RAB proyek diduga banyak masuk di kantong pribadi proyek tersebut tak di lengkapi papan informasi publik 

seperti yang tertuang dalam undang undang (uu) republik indonesia (RI) nomor 14 tahun 2004 tentang keterbukaan publik bawah informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pemgembang pribadi  dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanaan nasonal bahwa keterbukaan  informasi publik merupakan saran dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaran negara dan badan publik lainya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik diduga dalam pengerjan proyek ada main sama pihak terkait sehingga secara terang terangan tak memasang papan informasi proyek pungkasnya. (Tim metro)