Proyek Miliaran Rupiah Jadi Lumpur

Iklan Semua Halaman

.

Proyek Miliaran Rupiah Jadi Lumpur

Sku Metropolitan
Minggu, 18 Desember 2016


Musirawas, Metro
Tahun 2015 lalu, di desa Ketua Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Kabupeten Musirawas, Propinsi Sumatera Selatan, terdapat proyek pembangunan tembok penahan tanah (Talud) dan proyek pengaspalan jalan. Tapi, sangat disayangkan proyek di desa tersebut, baru umur satu tahu kini kondisinya sudah rusak parah.

Sekitar 500 meter bangunan talud yang baru selesai dibangun, kini kondisinya mengalami rusak parah, terlihat sekitar sepanjang 27 meter dan tinggi 2 meter kondisi talud patah dan amblas, bahkan nyaris ambruk. Termasuk proyek jalan dengan lebar 3 meter dan panjang sekitar 1000 meter yang juga selesai dikerjakan, kini juga mengalami rusak parah dan berlumpur.   

“Kedua proyek tersebut dibangun didesa kami di satu tempat, pada tahun 2015 lalu, dengan jumlah dana Miliaran Rupiah. Namun proyek ini belum berumur satu tahun sudah rusak parah, seperti bangunan talud banyak yang mengalami keretakan parah dan sekitar sepanjang 27 meter patah dan amblas,sehingga hampir amruk. Begitu juga proyek pengaspalan jalan dengan jenis aspal jagung (Lapen) sudah banyak rusak, berlubang bahkan berlumpur”, Ujar Katno, Warga Ketuan Jaya, Saat ditanya Metropolitan, Minggu lalu.



Dikatakannya, bangunan talud ini patah dan amblas sekitar satu meter turun ke saluran irigasi, hal itu disebabkan dinding talud itu cuma menumpang di bangunan sering lama.“ Proyek bangunan talud dan jalan di desa ini dikerjakan oleh pihak Dinas PU Propinsi Sumatera Selatan. Sementara orang yang bekerja dilapangan bukan warga sini tapi orang dari  Palembang karena, saya tahu itu, karena tempat pekerja itu nginap mess disini”, jelasnya.

Sementara itu, Mujianto, Kepala UPTD PJ3 Musirawas PU Bina Marga Propinsi Sumatera Selatan,, saat di tanya Metropolitan, melalui Via Hangphone No.082280822xxx, minggu lalu, soal proyek bangunan talud dan jalan didesa Ketuan Jaya yang kini rusak parah, membantah karena proyek itu bukan pekerjaan dari dinas PU Bina Marga Propinsi Sumsel.

“Proyek di desa tersebut bukan pekerjaan kita, bisa jadi itu proyek dari Balai Besar di Palembang, coba hubungi Balai Besar di Palembang saja Pak”, ujar Mujiato. (Toni).