RUMAH SAKIT RYACUDU "RAWAN PENCURIAN"

Iklan Semua Halaman

.

RUMAH SAKIT RYACUDU "RAWAN PENCURIAN"

Sku Metropolitan
Minggu, 18 Desember 2016
Lampung Utara, Metro
Keluarga pasien Rumah Sakit Ryacudu Kabupaten Lampung Utara (lampura)  diresahkan oleh pencuri, baik di pelataran parker maupun di dalam ruangan pasein. Hal itu bisa terjadi karena kurangnya pengamanan oleh pengelola rumah Sakit. Hal itu dikatakan Kurniawan salah seorang keluarga pasein kepada wartawan baru-baru ini.

Kurniawan menjelaskan, pasein sering kehilangan telepon genggam berserta dompet dan barang berharga lain nya. Sementara dipelataran parkir beberapa hari lalu terjadi kehilangan sepedah motor cbr 150 cc, warna hitam. Sepeda motornyaa diparkir dalam halaman parkir Rumah Sakit, kami telah mendapat kartu pakir sesuai perosedur yang ada.

Kehilanga sepeda motor dari pelataran parker rumah saki bukan kali pertama terjadi, beberapa pekan ini, namun kurang nya tanggapan dari pihak rumah sakit sehinga menimbulkan dugaan kerjasama antaraa petugas parker dengan pencuri motor. Pengelola rumah sakit lepas tangung jawab dan seakan saling lempar antara pihak Rumah Sakit dan Dinas perhubungan (dishub), ujaar Kurniawan.

Dia menambahkan, saya parkir pukul 09:30 guna membesuk saudara yang sedang dirawat, kemudian saya keluar pukul 15:25. Setelah saya cari motor sudah tidak ada,  saat itu juga langsung laporan ke satuan pengamanan (satpam) Rumah sakit, mereka mengarahkan untuk langsung laporan kepihak Polisi yaitu Polres Kabupaten Lampung Utara. Saya sangat  kecewa terhadap juru parkir dan keamana berserta kenyaman di rumah sakit Ryacudu. Motor saya lengkap ada BKB kami beli berkisar Rp 20 jutaan. dari pihak rumah sakit belum ada tangung jawab, ungkap dengan nada kecewa.

Sementara itu Supriyatin (30), salah satu pasien kamar 6 ruang bersalin, menuturkan,  semenjak saya dirawat di rumah sakit ini, sudah tiga kali pencurian. Tiga telepon genggam dan satu dompet, orang yang punya beda beda tapi kami satu kamar, kami sedang tidur berkisar pukul 04:00 subuh. tidak cuma itu kamar depan juga kehilangan henpone, jelas Supriyatin.

Adi Peratama, Humas rumah sakit Ryacudu. persoalan parkir pihak rumah sakit, tidak pernah mengelola uang parkir itu, sudah ada yang mengkordinir. kemudian mereka setor kepada Dinas Perhubungan (Dishu) sehinga pihak rumah sakit tidak bertangung jawab terhadap kehilangan. Apa bila terjadi kehilangan mobil, sepedah motor bukan tangung jawab kami. Kedepan nya akan kami lakukan parkir elektrik. ujar nya.

Dia menambahkan, hilangnya motor tempo hari, dalam areal parkir rumah sakit ini, itu tangung jawab dari pihak Dishub, dikarnakan itu memakai karcis itu urusan Dinas Perhubungan. PAD nya setor dalam satu bulan, Rp 1. 600.000. Nurhadi yang menerima setoran parkir dari Dinas Perhubungan perbulan nya.

Pasein sering hilangan barang dalam ruang pasien, memang kami akui kelemahan kami, wancana kedepan kami akan lengkapi setiap lorong rumah sakit dengan cctv guna mencegah tindakan pencurian yang mana kerap terjadi, ujar Adi Peratama.

Sementara itu, Tomi Suciadi, Seketaris Dinas Perhubungan, ketika dikonfirmasi mengatakan, saya sudah dengar ada nya pencurian motor dalam parkiran rumah sakit. Terkait setoran dalam pendapatan daerah, masuk ke Dinas Perhubungan jika tidak salah perbulan nya sejumlah Rp. 1. 500.000, namun sudah di atur oleh Perda, sepeda motor yang parkir jika terjadi rusak, hilang bukan tangung jawab Dishub dan petugas parkir. Tugas juru parkir hanya mengatur dan menata pakir, masak iya parkir hanya membayar Rp 2000 sampai Rp 5000 rupiah harus menganti puluhan juta, ungkap nya. (RAMA FY)