Sejumlah Oknum Guru, Masyarakat Berharap Sanksi Perselingkuhan Dapat Menjadi Pembelajaran

Iklan Semua Halaman

.

Sejumlah Oknum Guru, Masyarakat Berharap Sanksi Perselingkuhan Dapat Menjadi Pembelajaran

Sku Metropolitan
Minggu, 18 Desember 2016
Bekasi, Metro
Sebagaimana di wartakan Metropolitan pada edisi lalu terkait dugaan perselingkuhan sejumlah oknum guru di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, sejumlah elemen masyarakat berharap kepada pemerintah agar sanksi perselingkuhan terhadap oknum guru di Kecamatan Tambun Selatan dapat memberikan efek jera dan menjadi pembelajaran kedepan karena sudah merusak martabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlebih martabat guru yang diharapkan dapat menjadi guru bangsa yang patut ditiru dan diguguh.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam tingkah laku, tindakan dan ketaatan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menyelenggarakan kehidupan berkeluarga.
Dalam rangka usaha untuk lebih meningkatkan dan menegakkan disiplin Pegawai Negeri Sipil serta memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan sebagaimana Undang-undang Nomor. 1 tahun 1974 tentang perkawinan, maka pemerintah mengubah beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor. 10 tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam pasal 4 ayat 1 (satu), ayat 2 (dua), dan ayat 3 (tiga) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor.10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS (Pegawai Negeri  Sipil) disebutkan yakni;  ayat 1 (satu); Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria yang akan beristri lebih dari seorang wajib memproleh izin lebih dahulu dari pejabat, dan ayat 2 (dua); Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat, serta ayat 3 (tiga); Permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) diajukan secara tertulis.

Pada pasal 15 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor. 45 tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor. 10 tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi Pewagai Negeri Sipil (PNS), pemerintah menegaskan; Pegawai Negeri Sipil yang melanggar salah satu atau lebih kewajiban/ketentuan Pasal 2 ayat (1), ayat (2), Pasal 3 ayat (1), Pasal 4 ayat 1 (satu), Pasal 14, tidak melaporkan perceraiannya dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu bulan terhitung mulai terjadinya perceraian, dan tidak melaporkan perkawinannya yang kedua/ketiga/keempat dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu tahun terhitung sejak perkawinan tersebut dilangsungkan dijatuhi hukuman disiplin berat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor. 53 tahun 2010 tentang Displin Pegawai Negeri Sipil.

Dan pasal 15 ayat (2) menyebutkan; Pegawai Negeri Sipil wanita yang melanggar ketentuan Pasal 4 ayat (2) dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Sebelumnya, sebagaimana di wartakan Metropolitan, walau masing-masing sudah punya anak, perilaku perselingkuhan sejumlah oknum guru di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, terkuak dan menambah daftar perselingkuhan oknum guru yang pernah mencuat dan mungkin ditangani oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Lemahnya sanksi dari pemerintah disinyalir tidak menyurutkan prilaku perselingkuhan di lingkungan dinas pendidikan.  Padahal slogan guru membuat bulu kudu merinding yakni,” Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, atau Guru Patut Ditiru Dan Diguguh,” dan sebutan lainnya.

Namun sangat disayangkan, empat orang oknum guru dan mengajar di SD Negeri di Kecamatan Tambun Selatan yang sedianya ditiru dan diguguh oleh lapisan masyarakat menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Pasalnya, perilaku ke empat oknum guru tersebut sangat disayangkan masyarakat sebab “Pendidik Namun Tidak Terdidik” hal itu karena sudah menciderai martabat guru yang seharusnya ditiru dan diguguh oleh muridnya, demikian juga oleh masyarakat luas.

Empat oknum guru yang diduga melakukan perselingkuhan yakni, Dadang Hasbullah guru PNS dengan Siti Suningsih guru honor dan keduanya mengajar di SD Negeri Mangunjaya 07, serta Ari Wibowo guru PNS dengan Suryani guru PNS, keduanya sama-sama mengajar di SD Negeri Mangunjaya 06.

Menurut sejumlah sumber, Dadang Hasbullah dan Siti Aningsih sudah sekitar satu tahun nikah sirih di Subang. Padahal kata sumber, Dadang Hasbullah sudah memiliki istri dan anak serta tinggal di Perumahan Tridaya. Sumber mengatakan, tidak mengetahui jika istri Dadang Hasbullah memberi restu pernikahan sirihnya itu. Sementara Siti Suningsi tinggal di Villa Bekasi Indah I, Blok B.18, Rt.15/Rw.15, sudah berstatus janda dan punya anak.

Sejumlah tokoh masyarakat dan ibu rumah tangga di lingkungan Villa Bekasi Indah mengatakan, perbuatan Dadang Hasbullah dan Siti Suningsih sudah menciderai martabat guru dan martabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebab selain masyarakat sekitar, anak didiknya pun mengetahui perbuatan tersebut karena jarak tempat tinggal Siti Aningsih tidak jauh dari sekolah, yakni satu lingkungan dengan SD Negeri Mangunjaya 07.

Dijelaskan masyarakat, Dadang Hasbullah selalu mendatangi rumah Siti Suningsih, kadang datang jam 4 dan jam 7, pulangnya sekitar jam 11 atau jam 12 malam, tanpa sedikit pun merasa malu dilihat oleh anak didiknya. Mungkin Dadang Hasbullah harus pulang jam 11 atau jam 12, agar istrinya di rumah tidak mengetahui perselingkuhan mereka, ujar masyarakat.

 Terkait perselingkuhan Dadang Hasbullah dengan Siti Suningsih, Kepala SD Negeri Mangunjaya 07 Sunarto mengatakan tidak mengetahui perbuatan itu. Dia mengatakan, baru mendapat informasi dari Metropolitan. “Saya akan panggil mereka berdua, dan jika informasi itu benar maka saya akan melaporkan kepada pimpinan.

Kembali di konfirmasi, Sunarto mengatakan, mereka mengakui sudah nikah sirih di Subang. Saat didesak, apa sanksi terhadap kedua guru tersebut khususnya Dadang Hasbullah yang bertatus PNS dan sudah punya istri dan anak. Dijelaskan Sunarto, saya sudah melaporkan kepada pimpinan, kita tunggu langkah dari atasan saya. katanya.
Demikian juga, terkait perselingkuhan Ari Wibowo dengan Suryani, keduanya sama-sama PNS dan mengajar  di SD Negeri Mangunjaya 06, Kepala SD Negeri Mangunjaya 06 Rohaeli saat disambangi di sekolah tidak berada di tempat.


Terkait perselingkuhan oknum guru di sekolah, sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan jam kerja kepala sekolah yang jarang berada di sekolah, sehingga dituding gagal melakukan pembinaan pada bawahannya. “Jika kita memperhatikan kinerja kepala sekolah, hanya berapa jam berada di sekolah, sisanya tidak jelas entah kemana. Jangan-jangan mereka juga turut berbuat “M” diluar,” ujar satu sumber. (MT)