Tujuh Pelaku Pengeroyokan Dibekuk Satuan Reskrim Polres Indramayu

Iklan Semua Halaman

.

Tujuh Pelaku Pengeroyokan Dibekuk Satuan Reskrim Polres Indramayu

Sku Metropolitan
Sabtu, 17 Desember 2016


Indramayu, Metro
Tujuh orang pelaku dalam kasus pembunuhan berhasil dibekuk petugas Satreskrim Polres Indramayu, Selasa (13/12/2016). Oleh para pelaku, semula korban Ras (40 tahun), warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu dituduh mencuri sepeda motor. Korban yang sengaja dijemput paksa dari rumahnya, lalu dieksekusi ditengah hutan di Blok Cayut, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu hingga tewas.

Ketujuh pelaku itu adalah Rus (32 tahun), War (29 tahun), Tar (30 tahun), Roh (28 tahun), Yud (26 tahun), Nur (25 tahun), dan Das (24 tahun). Mereka merupakan warga Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini mendekam di sel tahanan mapolres setempat untuk menjalani pemeriksaan. 

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Eko Sulistyo didampingi Kasat Reskrim Ajun Inspektur Riki Arinanda dan Kasuba Humas Ajun Komisaris Heriyadi membenrakan perihal itu. Menurutnya, penangkapan tersangka tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan yang dilakukan tersangka berawal kecurigaannya terhadap Ras (korban tewas,red).

Sekira pukul 17.00 WIB ketujuh orang ini mendatangi rumah korban yang saat itu sedang hujan lebat. Ditempat itu lalu korban dipaksa ikut mereka ke tengah hutan untuk mengakui telah mencuri sepada motor. Namun korban pun menjawab jika dirinya tak melakukan hal tersebut. "Jawaban itu membuat mereka marah dan agar korban mengakui mereka melakukan penganiayaan dengan cara melakukan pengeroyokan hinga meninggal dunia untuk menghilangkan jejak Tubuh Korban Ditandu  untuk di buang ke tengah hutan dan menggunakan  tali  sepotong kayu untuk dibuang. Hanya saja perbuatannya itu diketahu warga hingga melaporkan kepada petugas. "Barang bukti yang kita sita antara lain satu motor, kayu panjang sekitar 2 meter, sabuk, topi senter, ponco motif loreng, tambang dan HP.

Karena perbuatannya yang telah melanggar pasal 170 ayat 3 dan pasal 351 ayat 3 KUHPidana maka tersangka diancam penjara 12 tahun, " pungkasnya
(Kabir)