Warga bingung Cari Gas 3 kg

Iklan Semua Halaman

.

Warga bingung Cari Gas 3 kg

Sku Metropolitan
Sabtu, 10 Desember 2016
INDRAMAYU, METRO. - Gas elpiji 3 kilogram kembali langka di Kecamatan Lokasarang Kabu paten Indramayu, diduga dipermainkan pengusaha atau mafia gas. Gas yang diperuntukan ma syarakat menengah ke bawah tersebut seolah hilang di pasaran. Kondisi ini sudah dirasakan warga lebih satu pekan terakhir.

Mereka meminta pemrintah bertanggungjawab, karena saat ini harga gas bersubsidi itu tem bus Rp23.000/tabung di tingkat pengecer. Artinya, harganya jauh melebihi harga eceran ter tinggi(HET) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat Rp19.000/tabung.

Hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, begitu juga dari pihak Pertamina. Hanya saja kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bukan kali pertama terjadi di Indramayu. Kurang dari tiga pekan lalu kondisi serupa juga dirasakan warga kabupaten ini.

Suganda, salah satu pengecer di Desa Jumblng blok Jangga tua Rt 01 /03  yang keseharianya sebagai penyuplai  gas 3k ke warung warung  di sekitar kecamatan losarang, ia mengeluhkan kelangkaan gas 3 Kg, saat ditemui di rumahnya menuturkan , biasanya saya dapat gas dari agen dalam satu minggu lebih dari 200 tabung ,sekarang hanya dapat 140 tabung sedangkan saya punya langgan warung 15, jelasnya.
.
Sementara, sumarja salah satu warga setempat mengatakan, “kalau harga gas 3 kg dibeli dengan harga yang bervariatip. Harga gas 3 Kg itu ada yang jual 19 ribu, ada juga yang menjual 23 ribu. Sekarang kalo nyari gasnya gampang sih ngga masalah , saya gak tahu harus beli kemana lagi karena di desa  sudah tidak ada yang jual gas 3 Kg. Terus saya masak pake apa dong kalau sekarang ini gas susah dibelinya," jelas  warga setempat, kepada metro politan.

Kelangkaan gas elpiji 3 Kg yang dikeluhkan warga di  Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu merupakan keseriusan yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat kalo terus terusan  kaya gini warga yang jadi korbannya, pungkasnya. (bir)