Baru Selesai Dibangun, Proyek Siring Roboh

Iklan Semua Halaman

.

Baru Selesai Dibangun, Proyek Siring Roboh

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017

LUBUKLINGGAU, METRO
Bangunan siring  di RT.02 dan RT.04,Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan,  sekitar panjang 3 meter roboh, diduga proyek ini gagal kontruksi. Padahal bangunan sering tersebut baru selesai dikerjakan.

Menurut Yeyen, warga RT 02 saat di konfirmasi Metropolitan, Minggu lalu, mengatakan Proyek siring tersebut bukannya menguntungkan untuk warga RT 02 melainkan malah merugikan. “Sebelum siring ini di bangun ketika musim hujan rumah kami biasanya tidak kebanjiran,setelah siring ini selesai dibangun rumah kami malah kebanjiran, karna air yang datang tidak bisa mengalir dikarnakan terbendung dengan bangunan siring ini “ ujar Yeyen.


Dikatakannya, pengerjaan siring tersebut dibangun tanpa adanya pondasi. Sementara, pemerintah setempat (Lurah) kini belum berani menandatangani proyek di lokasi itu.”Bangunan ini selesai dikerjakan sekitar bulan september 2016  dengan panjang bangunan sekitar 150 meter.Saat pengerjaan proyek ini diduga bermasalah, karena pasangan batu cuma menumpang diatas tanah tanpa adanya galian, lantai siring tidak ada dan tidak dilakukan pembersihan terlebih dahulu,” jelasnya.

Ditambahkannya, baru hitungan bulan proyek siring sudah mengalami rusak parah. Bahkan sudah ada yang roboh, kemungkinan bangunan ini diduga dikerjakan asalan-asalan dan komposisi adukan semen agak muda.”Panjang sekitar 2 atau 3 meter bangunan siring mengalami retak parah, jika tidak cepat diperbaiki bangunan ini banyak yang roboh”,ujarnya.

Dari data yang dihimpun, Proyek siring yang dibangun dilokasi Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, menggunakan dana APBD Kota Lubuklinggau 2016 dengan jumlah dana berkisar Rp. 150 juta.

Selain itu, sampai berita ini naik, Kepala Dinas, PPTK dan PPK Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Lubuklinggau saat di temui, menurut stafnya, tidak ada dikantor.(antoni)