BSM Disinyalir Tidak Tepat Sasaran

Iklan Semua Halaman

.

BSM Disinyalir Tidak Tepat Sasaran

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017

BEKASI, METRO
Penyaluran dana bantuan siswa miskin di yang dialokasikan dari dana Biaya operasional Pendidikan (BOS) triwulan ke II sebesar Rp 9.306.000 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Tambun selatan diduga tidak tepat sasaran.

Ketika hal itu ingin dikonfirmasi kepada Kepala sekolah SMP Negeri 6 Tambun Selatan, Edy, tidak ada ditempat, menurut salah seorang Satuan Pengamanan (Satpam). Konfirmasi tertulis tanggal, 18 Januari 2017, Nomor,  028/Konf/Red/MP/I/2017, hingga berita ini dibuat juga tidak ada jawaban.

Pendiri LMS Jaringan Komunikasi (Je-Ko), Ery Pandapotan biasa disapa Bob, saat diminta tanggapannya tentang penyaluran dan bantuan siswa miskin yang diduga tidak tepat sasaran menjelaskan, Pemerintah telah memberi perhatian serius bagi dunia pendidikan termasuk sarana prasarana sekolah, kesejahteraan para guru sampai pada perhatian terhadap peserta didik atau siswa, oleh karenanya dengan perhatian itu termasuk dalam hal ini pemberian bantuan, yang diperuntukkan bagi siswa miskin (BSM) jangan sampai tidak tepat sasaran.

Lebih lanjut Bob, mengatakan, siswa miskin perlu diberi kesempatan untuk sekolah. Karena siswa miskin juga merupakan anak bangsa dan punya hak untuk mengenyam pendidikan seperti siswa yang lain, apalagi pemerintah saat ini tengah berupaya agar anak usia sekolah wajib sekolah jangan sampai putus sekolah. Karena itu perlu adanya kepedulian dan peran para guru, kepala sekolah, UPTD Pendidikan, orang tua, masyarakat dan stakeholder untuk wajib mendukung program pemerintah ini serta ikut mengawasi aliran bantuan BSM (Bantuan Siswa Miskin) yang telah diterima. Bantuan itu benar-benar dapat tersalurkan ke anak didik/siswa secara utuh sesuai prosedur.

Bob menambahkan, meski dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diharapkan dapat meningkatkan jumlah keikutsertaan siswa/peserta didik, tetapi masih banyak anak – anak yang tidak dapat bersekolah, putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang pendidikan berikutnya. Salah satu penyebab hal tersebut adalah, kesulitan orangtua/keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya, seperti baju seragam, buku tulis, sepatu, biaya transportasi maupun biaya pendidikan lainnya yang tidak ditanggung oleh dana BOS. Hal inilah yang melatarbelakangi dikembangkannya Program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Dengan adanya dugaan penyaluran dana bantuan siswa miskin yang tidak tepat sasaran, kami akan melakukan investigasi, jelas Ery.  (Arnold)