Jelang Pilkada Suhu Politik Mulai Memanas

Iklan Semua Halaman

.

Jelang Pilkada Suhu Politik Mulai Memanas

Sku Metropolitan
Jumat, 20 Januari 2017

Oleh : Dapot Tampubolon

Pilkada serentak tinggal menghitung hari, sebanyak 5 pasangan kandidat di Kabupaten Bekasi telah berupaya memperebutkan posisi tertinggi. Tentunya masyarakat berharap banyak pada pemimpin daerah terpilih. Meskipun ada juga masyarakat dibeberapa wilayah yang bingung memilih figur yang akan roda pemerintahan  5 tahun ke depan. 

Kini mereka sedang sibuk melakukan kanpanye sesuai jadwal yang ditentukan KPU, tiap calon Bupati sudah mengklaim diri sebagai orang yang paling pantas , paling cocok dan pas untuk memimpin Bekasi. Berbagai pernyataan mendukung dari tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat setiap hari bermunculan baik melalui media maupun pernyataan langsung.

Sementara Isu-isu primordial yang berkaitan dengan agama dan suku tidak menjadi pilihan masyarakat Bekasi dalam memilih calon Bupati dan calon wakil Bupatinya.Pemilih lebih mendambakan sosok pemimpin yang memiliki integritas, empati, dan kompeten dalam menangani persoalan masyarakat, terutama di bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial.Pemilih dalam memilih Bupati – Wakil Bupati menunjukkan masyarakat semakin modern, makin cerdas.

Pilkada juga tidak hanya dibicarakan oleh para konstituen pemilih, tapi juga ramai dibicarakan oleh masyarakat Bekasi yang ada di Jawa Barat dan daerah lainnya.

Karakter masyarakat Bekasi yang terbuka dan dan menghargai perbedaan turut memanaskan suhu politik. Hal itu terlihat dari cara mengungkapkan setiap perasaan dan pendapat serta aspirasinya dihadapan orang banyak secara terbuka. Lugas dalam menunjukkan identitas dan jati dirinya, apalagi masyarakat Bekasi yang suka tampil apa adanya. Dengan keterbukaan dan menghargai perbedaan, masyarakat Bekasi menjadi mampu hidup berdampingan dalam keberagaman dan tampil untuk menjadi yang terbaik.

Saat memilih Bupati –Wakil Bupati, rakyat idealnya sudah mengetahui yang akan diusung. Karena itu, Calon Bupati –Wakil Bupati sejak awal sebaiknya dihadirkan dalam satu paket.Dengan demikian, peluang rakyat untuk membeli kucing dalam karung dalam pemilu dapat diperkecil.

Setiap Pilkada selalu ada yang kalah dan ada yang menang.Oleh karena itu diharapkan setiap calon harus mempersiapkan diri untuk menerima kekalahan, sehingga tidak ada calon yang kalah justru memanas manasi pendukungnya untuk melampiaskan ketidakpuasan yang dirasakan, berbuat kekerasan sehinga berujung pada anarkhis dan kekerasan yang sekaligus mencederai demokrasi yang sudah berjalan baik selama ini. Sebab tekanan amarah yang tidak menemukan celah untuk keluar akhirnya meledak menjadi amuk massa.

Strategi kampanye juga memegang peranan penting dalam menentukan kemenangan setiap calon dalam Pilkada.Pertama, materi kampanye haruslah menawarkan bukti, bukan janji. Kedua, kampanye diusahakan untuk tidak melakukan pengumpulan massa besar-besaran di suatu wilayah selama kampanye. Kampanye dialogis lebih diutamakan. 

Ketiga, menyiapkan kader sebanyak mungkin untuk menjadi saksi di tempat pemungutan suara (TPS). Keempat, dalam kampanye harus diusahakan agar rakyat memiliki pengenalan yang sama terhadap Calon Bupati- calon wakil Bupatinya. Kelima, strategi berikutnya adalah mendesain tiada hari tanpa berita dan semuanya harus disiapkan secara terencana, terukur, terkendali, tidak asal-asalan, tidak overlap, tidak saling serang, dan tetap menjaga etika.
Dalam kampanye, Calon Bupati –Calon wakil Bupati harus mengangkat gagasan pembangunan ekonomi dengan program-program yang akan dilakukan. Sumbernya adalah rakyat yang akan dibangun kemandirian, kesejahteraan, dan kemakmurannya.

Sudah saatnya juga parpol maupun masyarakat berani memilih calon pemimpin yang memiliki moral dan tujuan kepada rakyat. Namun, terkadang masyarakat masih sulit meninggalkan kultur lama, dimana demokrasi masih sebagai jargon. Pengalaman masyarakat Bekasi dalam memilih Bupatinya pada masa silam hendaknya dijadikan pelajaran berharga agar tidak terulang kembali pada Pilkada bulan Pebrurari  2017. Hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin untuk memilih pemimpin yang terbaik buat rakyat Bekasi.