LSM SIAP LAPORKAN KASUS ADD KE POLDA PELANTIKAN KADES NANGA RET DINILAI CACAD HUKUM

Iklan Semua Halaman

.

LSM SIAP LAPORKAN KASUS ADD KE POLDA PELANTIKAN KADES NANGA RET DINILAI CACAD HUKUM

Sku Metropolitan
Rabu, 18 Januari 2017
KAPUAS HULU, Metro - Pelantikan kepala desa yang dilaksanakan pada bulan oktober tahun 2016 lalu di nilai cacat hukum. Pasanya (WR) salah satu calon kepala desa Nanga Ret Kecamatan Boyan Tanjung kabupaten kapuas Hulu kalimantan barat yang dilantik pada saat itu masih memiliki kasus penyalagunaan alokasi dana desa (ADD) seperti yang telah diberitakan media metro beberapa waktu lalu.

Semasa ia menjabat sebagai kepala desa ditahun 2013 dan pernah memundurkan diri sebagai kepala desa pada saat menjabat ditahun 2013 karna terbukti melakukan penyalagunaan alokasi dana desa (ADD) sesuai dengan surat pemunduran dirinya dan surat pernyataan bahwa ia telah mengakui perbuataannya karna telah menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi dan kasus (WR) saat ini akan segera dilaporkan ke polda kalbar.



Menurut aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) saat ini kami telah mengumpulkan semua bukti – bukti penyalagunaan alokasi dana desa yang dilakukan saudara WR semasa ia menjabat sebagai kepala desa di tahun 2013 dan menurut saya hal ini harus  segera kami sampaikan ke pihak berwajib guna proses penyelidikan terkait kasus tersebut dan saya berharap hukum bisa ditegakan setegak – tegaknya tanpa pandang bulu.

Senada juga dikatakan oleh narasumber yang enggan disebutkan namanya bahwa kasus tersebut memang benar dana ADD sejumlah 56.000.000 rupiah tahun anggaran 2013 tahap dua di pergunakan oleh kepala desa (WR) Desa Nanga Ret priode tahun 2013 untuk kepentingan pribadi berdasarkan surat pernyataan pengakuan yang telah ia buatnya kepada masyarakat desa nanga ret dan pada priode ia menjabat sebagai kepala desa di tahun 2013 ia juga langsung memundurkan diri karna tidak mampu mengembalikan uang tersebut.

Lanjut sumber mengatakan “pada saat pemilihan calon kepala desa  ditahun 2016 ini ,ia tampil kembali sebagai salah satu calon kepala desa dan akhirnya sekarang ia menjadi kepala desa terpilih di desa Nanga ret”

Sebagai masyarakat desa nanga ret saya sangat menyayangkan apa yang dilakukan (WR) tersebut tidak ada tindakan dari kecamatan khususnya camat boyang tanjung, terkesan  melakukan pembiaran terhadap (WR)”

Mantan kepala desa Nanga Ret Sekaligus Kepala desa terpilh (WR) saat dikonfirmasi di kediamannya minggu mlm (18/9) membenarkan bahwa ia melakukan perbuatan melawan hukum dengan motif penyalagunaan ADD Tahun anggaran 2013 tahap dua.

Lanjut WR mengatakan “hal tersebut dilakukannya untuk membantu sekertaris desa (sekdes) karena memerlukan dana sebesar 20.000.000 rupiah untuk keperluan pribadi dan sisa uang saya pergunakan untuk kepentingan pribadi dan saya ada membuat pernyataan secara tertulis yang saya tanda tangani di atas materai 6000 untuk meyakinkan masyarakat saya desa Nanga Ret bahwa saya siap mempertanggung jawabkan uang tersebut.

“Pada saat itu kita juga melakukan rapat membahas dana ADD yang saya gunakan ,kita gelar di kantor camat Boyan Tanjung bersama camat Boyan Tanjung (sudarso) kapolsek Boyan Tanjung  dan masyarakat desa Nanga Ret. Terangnya (Boedhy)