Pembangunan Jembatan Pantai Harapanjaya Disoal Warga

Iklan Semua Halaman

.

Pembangunan Jembatan Pantai Harapanjaya Disoal Warga

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017



BEKASI, METRO
Pembangunan Jembatan Pantai Harapanjaya kali Ciherang Desa Harapanjaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi disoal warga sekitar. Pasalnya, jembatan penghubung antara Kampung Penombo Desa Pantai Harapan Jaya, dengan Kampung Padat karya dan sekitarnya diduga dikerjakan asal jadi.

Pembangunan dilaksanakan rekanan mitra kerja Pemerintah Kabupaten Bekasi  menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 lalu, melalui PT Cendrawangi, dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.163.944.000. Diduga bangunan tersebut gagal kontruksi, selain banyak yang retak, jembatan yang dibuat itupun merugikan masyarakat, lantaran akibat adanya badan jembatan, menjadi  penghambat masuknya perahu diperairan Ciherang.

"Saya bersyukur adanya jembatan permanen yang di bangun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan anggaran yang cukup besar, sekitar Milyaran, akan tetapi belum digunakan untuk melintas kendaraan, jembatan terlihat miring dan banyak terdapat keretakan di bagian pondasi, "ujar Yusuf Maulana, ketua KNPI Muara Gembong, saat melintas di kampung penombo, Selasa (24/1) lalu.

Kami sangat sayangkan, anggaran yang begitu besar untuk pembangunan jembatan kali Ciherang dan penombo,  mubazir, karena tidak bisa dimanfaatkan oleh warga.  Walaupun sudah selesai di kerjakan sekitar tiga bulan lalu, tetapi menuai kontra di kalangan masyarakat perairan, dikarenakan menutup akses perahu besar yang berlalu lalang di sungai Ciherang.

"Harus ada kajian ulang dengan anggaran begitu besar untuk pembangunan jembatan penombo, baik untuk keselamatan orang banyak dan  warga sekitar, secara konstruksi kami menduga kurang perhitungan matang, dapat dipastikan saat banjir debit air kali Ciherang menutupi seluruh bagian jembatan dengan sampah, karena badan jembatan yang ada saat ini sangat rendah, bagaimana mungkin nantinya perahu bisa lalu lalang, sungai Ciherang ini sarana transportasi perairan bagi warga sekitar, "papar pria yang akrab di panggil bang Uci ini.

Sementara itu Zaelani, selaku Pejabat Pembuat Teknik Kegiatan (PPTK) bidang jembatan, saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, terkait jembatan yang ada di Kampung Penombo, dirinya mengaku belum mengetahui secara keseluruhan kondisi jembatan yang ada saat ini. "Jika memang dalam pembangunan jembatan di Penombo, ada temuan keretakan terkait konstruksi jembatan, ataupun ada Kontruksi yang amblas serta tidak adanya besi pengaman sisi kiri dan kanan ketika di turunan, nanti akan segera kita kroscek bersama dengan kontraktor yang mengerjakan, karena, masih terdapat anggaran biaya perawatan, "jelasnya.

Terpisah, H.Idrom, tokoh masyarakat Muara Gembong mengatakan, bahwa pengerjaan pembangunan jembatan yang menjadi dambaan warga sudah di kerjakan oleh kontraktor, kalau masalah spesifikasi jembatan dan kwalitas pekerjaan, hal tersebut bukan urusan saya. "Jika memang dalam proses pembangunan jembatan yang telah selesai sejak tiga bulan lalu, ditemukan adanya ketidaksesuaian secara kwalitas pembangunan, tentunya ada bagian tersendiri yang mengawasi, "terangnya.

Menurutnya, jembatan yang ada di  penombo, sebenarnya sangat di nanti warga, karena banyaknya keluhan dan komplain masyarakat, tentunya kepada Dinas terkait segera mengambil langkah preventif, karena pembangunan jembatan penombo dianggarkan melalui dana APBD TA 2016 lalu, "Ya harus ada pengecekan dari Pemerintah terkait keluhan masyarakat, karena jembatan penghubung ini dianggarkan dari APBD Pemkab Bekasi, yang jumlah anggarannya hingga milyaran rupiah, "tuturnya. (Acep)