Pendapat Warga Tak Didengar, Jembatan Sungai Temam Ambruk

Iklan Semua Halaman

.

Pendapat Warga Tak Didengar, Jembatan Sungai Temam Ambruk

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017

Lubuklinggau, Metro
Akibat Pemborong dan Dinas tidak mendengarkan omongan warga, Jembatan yang dibangun tahun 2015 lalu, dengan dana Rp. 750 Juta, yang menghubung akses jalan ke kawasan bumi perkemahan pramuka, Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, Propinsi Sumatera Selatan, yang berada diatas sungai, ambruk.

“warga sekitar sini sudah berapa kali kasih tahu dan mengingatkan dengan pihak pemborong dan Dinas, jika hendak bangun Jembatan di sungai ini harus dibuat tinggi jangan rendah dari badan sungai, dan tiang jembatan yang dipasang ditengah sungai jangan terlalu dekat. Karena masyarakat tahu benar kondisi air sungai ini, jika musim hujan air sungai sering naik dengan tinggi sampai sekitar 3,5 meter. Tapi, omongan warga tak digubris oleh mereka, sehingga mereka tetap bangun jembatan ini agak rendah dari badan sungai dan tiang besi jembatan dipasang terlalu banyak dengan jarak agak dekat. Akhirnya saat musim hujan jembatan ini ambruk”, ujar Johan, warga Rahma, Saat di Konfirmasi Meteropolitan, minggu lalu.

Dikatakannya, apabila pihak pemborong dan pihak Dinas mendengarkan apa yang dikatakan warga, jembatan ini tidak akan ambruk seperti ini. “Ambruknya jembatan itu, selain  jembatan ini dibuat rendah sekitar 2 meter, besi yang digunakan tiang jembatan memakai besi pipa ukuran kecil dan tipis. Sehingga besi jembatan ini tidak mampu menahan terjangan sampah yang hanyut seperti pohon kayu”, ungkapnya.


Sementara, dikatakan Johan, ambruk jembatan ini sekitar bulan Oktober 2016 dan sampai kini dari pihak pemerintah belum ada perbaikan.”Harapan warga sini minta kepada pemerintah jembatan ini cepat diperbaiki dan dibangun yang lebih kuat, karena jalan ini pintasan bagi petani untuk mencari nafkah lebih dekat”,ungkapnya.
 
Dari data yang himpun dan pantauan Metropolitan di lokasi, Minggu lalu, menyebutkan coran pondasi, abutment jembatan retak, bahkan sudah ada yang terpisah. Sementara dinding oprit jembatan roboh dan tiang jembatan sudah melenkung ke bawah hingga hampir putus. Begitu juga papan atau kayu jembatan sudah terlihat rusak dan lapuk. Proyek jembatan ini menelan dana sekitar Rp.750 juta.

Selain itu, Ibrahim, Kabid Bina Marga PU Kota Lubuklinggau, saat dikonfirmasi Metropolitan , Minggu lalu, mengatakan proyek jembatan itu dibangun pada tahun 2015 lalu”, Saya tidak tahu persis siapa PPTK, PPK, CV, dan jumlah dana proyek tersebut, karena proyek ini zaman pak Bahaluan, Kabid Bina Marga lama”,ujarnya.

Menurut dia, ambruknya jembatan itu, disebabkan adanya 2 tiang jembatan yang dipasang di tengah sungai.”Jadi walaupun tinggi cakmana jembatan itu, jika ada tiang tengah, begitu ada sampah sungai seperti kayu saat banjir, pasti jembatan itu ambruk”, jelasnya.

Ditambahkannya, soal jembatan itu ambruk sudah lama sekitar dua bulan yang lalu, kalau tidak salah bulan Oktober 2016.” Saat kami mendapat informasi soal jembatan itu ambruk akibat banjir, Kita langsung ke lokasi dan masalah ini sudah kita laporkan dengan Pak Walikota”, Tuturnya. (antoni).