Persalinan One Day Care Jadi Andalan Puskesmas Pasundan

Iklan Semua Halaman

.

Persalinan One Day Care Jadi Andalan Puskesmas Pasundan

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017
Garut, Metro
Pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karenanya ujung tombak pelayanan kesehatan primer yaitu Puskesmas mendapat perhatian lebih pada program pembangunan Pemerintah Kab. Garut. Sehingga sarana prasarana dan standar pelayanan di seluruh puskesmas terus ditingkatkan. Diantaranya adalah Puskesmas Pasundan yang diresmikan gedung barunya oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan Kamis Pagi (26/01/2017), serta menjadikan unit persalinan One Day Care atau unit pertolongan persalinan sebagai andalannya.

Kepala Dinas Kesehatan, Tenni Swara Rifai yang ditemui sebelum acara mengutarakan jika peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu agenda pemerintahan yang menjadikan model puskesmas Pasundan sebagai standar minimal gedung serta sarana dan prasarana puskesmas-puskesmas di Garut.

“Acara ini merupakan peresmian gedung baru puskesmas Pasundan yang dulunya sangat tidak layak dan kumuh, sekarang tampaknya sangat represntatif. Harapan kedepan tentu harus lebih baik terutama pelayanan kepada masyarakat bukan hanya gedungnya yang baik tetapi pelayanannya itu yang paling penting. Dan sebetulnya konsep Bupati dan wakil adalah ingin seluruh puskemas seperti ini.  Hari ini ada pula selamatan di puskesmas Sukakarya Samarang, kemudian nanti Leuwigoong sampai Cisompet,” papar Tenni saat diwawancarai oleh Reporter Garutkab.

Selain menjadikan unit persalinan One Day Care sebagai andalannya puskesmas Pasundan juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana yang mumpuni dan lengkap. Unit pelayanan kesehatan lain selain persalinan ada Unit Kegawat Daruratan, layanan pemeriksaan umum, KIA , KB, gigi mulut dan labolatorium dasar. Sedang unit persalinan one Day care setiap harinya telah melayani pasien tidak kurang dari 1 orang.

Bupati Garut dalam sambutannya mengapresiasi peningkatan pelayanan kesehatan yang terus digenjot. Karena diawal kepemimpinannya Garut sempat menduduki peringkat 26 dari 27 kab/kota di Jawa Barat dalam penilaian IPM. Kemudian sekarang Garut bisa meningkat dan bersiap untuk mengejar ketertinggalan.

“Saya berharap jajaran dinas kesehatan bisa menjalankan dengan sebaik-baiknya program-program yang bisa meningkatkan IPM. Angka kematian ibu dan bayi itu dihitung, jadi kalau kita semua bisa berkomitmen seluruh aparat Dinas Kesehatan InsyaAllah tahun depan kita bisa mengalahkan Indramayu dan Sukabumi dan kita itu Cuma beda 5 angka dengan nilai rata-rata Jawa Barat. Jadi kita semua harus mengejar ketertinggalan,” kata Bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa berdasarkan regulasi yang baru manajemen Rumah Sakit akan berada langsung dibawah Dinas Kesehatan setingkat UPT. Dan bila ini bisa sejalan guna meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat aturan tersebut akan secepatnya diterapkan di Garut.


“Sekarang saya sedang mengutus Wakil Bupati ke Banyuwangi untuk bisa membuat regulasi. Karena bila regulasi itu sudah ada mungkin bulan depan juga Rumah Sakit pengelolaanya akan dibawah Dinkes supaya cepat. Manajemen inilah yang sedang dibuat peraturannya. Dan nanti kepala puskesmas yang terbaik akan ditempatkan sebagai kepala Rumah Sakit. Tetapi nanti mesti dibenahi Rumah Sakitnya, dan ini bukan pekerjaan yang mudah,” papar Bupati.(Syaiful Noor)