PPTK: Proyek Tribun Silahkan di Audit

Iklan Semua Halaman

.

PPTK: Proyek Tribun Silahkan di Audit

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017


LUBUKLINGGAU, METRO
Aries Santratama, selaku Pengawas Proyek Pembangunan Tribun Islamic Center Muhammadiyah (ICM) tahun 2015 dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di 2016, percaya Diri. Bahwa proyek ini sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur dan tidak ada masalah. Jadi, proyek tersebut silahkan diperiksa.

Dari ucapan atau perkataan yang disampaikan PPTK, terkesan mengajak. Namun siapa yang dimaksud dan diajak PPTK untuk mengaudit proyek tersebut, apakah BPK atau Aparat Penegak Hukum? sebab PPTK tidak menyebutkan nama lembaga untuk memeriksa proyek tersebut.
 
“Soal proyek tribun tidak ada masalah, jadi silahkan di Audit. Dan perlu diketahui proyek ini duitnya kurang”, ajaknya, saat ditanya Metropolitan, Minggu lalu.

Dikatakannya, proyek pembangunan Tribun ICM, lokasi di Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau,Propinsi Sumatera Selatan dilakukan bertahap. Tahap pertama 2015, dikerjakan CV.Lau Manis, anggaran sekitar Rp.500 juta, dengan pekerjaan meliputi buat pondasi, tiang, slop, balok dan lantai tribun. Sementara, 2016 dianggarkan kembali sebesar Rp.250 juta,dikerjakan CV. Putri Aceh, pekerjaannya cuma membuat tangga dan tempat duduk (Tribun).

“Di proyek ini tahun 2015 saya belum PPTK hanya sebagai pengawas. Dan tahun 2016, jabatan aku naik sedikit, baru jadi PPTK. Bahkan proyek Tribun di tahun 2015 sudah diperiksa BPK, tapi dari hasil pemeriksaan BPK tidak ada temuan. Sementara, tahun 2016 proyek tribun belum diperiksa BPK”,Terangnya.   


Menurut PPTK, Proyek Tribun dibangun dengan ukuran panjang 21 meter, lebar bervariasi 9,9 meter dan 3 meter serta tinggi 4 Meter. Besi yang digunakan baik untuk tiang, slop, balok memakai besi ukuran campuran ada ukuran 16 mm dan 10 mm. “Bangunan ini seperti pembuatan tiang, slop, balok, lantai, tangga, tempat duduk penonton (Tribun) memang tidak di plaster, karena duitnya kurang. Namun, ditahun 2017 ini sudah kita usulkan lagi”, jelasnya.

Pantauan Metropolitan dilokasi, minggu lalu, menyebutkan proyek Tribun belum diatap, terlihat bangunan tribun sudah mengalami retak pada lantai atas tribun dan tangga. Kemudian, sambungan tangga dibuat pada tiang sekedar nempel pada bangunan lama tanpa pengikat. Hal ini kekuatan bangunan tangga dikhawatirkan.

Sementara, papan mall coran banyak belum dibuka masih nempel dibangunan. Nampak semua bangunan tribun belum di plaster.  Begitu juga, terlihat besi yang digunakan untuk tiang tribun diduga memakai besi ulir ukuran 16 mm dan besi polos biasa ukuran 10 mm. Selanjut, kekuatan tangga dan tempat duduk penonton (Tribun) kwalitasnya diragukan, karena  tangga dan Tribun hanya dibagian bawah yang di cor, sedangkan dibagian atas diisi dengan timbunan pasir dan batu bata, lalu ditutup lagi dengan coran. Bahkan tangga tribun diduga memakai besi ukuran 8 mm.(antoni).