PT Cemindo Gemilang Rekrut Anak Nelayan Jadi Karyawan

Iklan Semua Halaman

.

PT Cemindo Gemilang Rekrut Anak Nelayan Jadi Karyawan

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017
LEBAK, METRO
PT Cemindo Gemilang produsen semen Merah Putih di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, membantah tudingan perusahaan multi nasional tersebut tidak mengakomodir para nelayan dan keluarganya menjadi karyawan.

“Kalau ada tudingan kami tidak merekrut anak dan keluarga nelayan yang terkena dampak pembangunan terminal khusus, itu sama sekali tidak benar,” tegas Sigit Indrayana, manager PT Cemindo Gemilang melalui sambungan selulernya beberapa waktu lalu. 

Selain merekrut anak dan keluarga nelayan menjadi karyawan di pabrik semen Merah Putih, pihaknya juga sudah memberikan bantuan sebanyak 11 unit perahu, jaring sebanyak 100 pics, termasuk memberikan pengobatan gratis secara berkala bagi nelayan dan warga yang berada di sekitar areal pabrik.

Tidak itu saja, selain merekrut menjadi karyawan PT Cemindo Gemilang, para nelayan yang terkena dampak pembangunan dermaga khusus juga dilibatkan sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Kolaqi, meski Kolaqi bukan anak perusahasan dari PT Cemindo, namun Kolaqi mampu memanfaatkan  peluang yang ada, sehingga kehadiran  Kolaqi mampu meminimisir dari dampak yang ada, saat ada aktifitas bongkar muat kapal.

“Selain menjadi tenaga kerja, nelayan juga dilibatkan dalam kegiatan TKBM,” jelas Sigit seraya mengirimkan 20 orang daftar nama anak nelayan yang direkrut menjadi karyawan langsung PT Cemindo Gemilang.

Ketua Koperasi Laut Qidul (Kolaqi) Eko Priyono, mengaku mengetahui PT Cemindo Gemilang pernah menyalurkan bantuan untuk nelayan sebelum terbentuknya HNB, yaitu, perahu sebanyak 11 unit, dan setelah terbentuknya HNB, ada bantuan jaring sebanyak 100 pics dan adanya pengobatan gratis bagi warga dan nelayan melalui pemerintahan desa. Setahu saya Cemindo pernah memberikan bantuan perahu 11 unit dan 100 jaring kepada nelayan,” ungkap Eko.

Terkait tuntutan nelayan untuk dibangunkan tambatan kapal oleh PT Cemindo Gemilang. Eko menjelaskan, persoaan pembangunan tambatan kapal nelayan saat ini masih terkendala dengan pembebasan lahan. ”Kalau untuk pembangunan tambatan kapal, setahu saya masih terkendala dengan persoalan lahan. Tapi kalau janji yang lain saya tidak tahu,” terangnya.

Menyinggung adanya beberapa nelayan yang ikut aksi demo pernah mendapatkan bantuan dari PT Cemindo Gemilang, Eko yang ikut menjadi saksi penandatangan kesepakatan antara PT Cemndo Gemilang dengan Himpunan Neleyaa Bayah (HNB), tidak membantah dan juga tidak mengiyakan. ”Kalau masalah adanya nelayan yang pernah mendapatkan bantuan dari PT CG yang ikut aksi demo, silahkan dilihat dan dinilai sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Eko berharap adanya itikad baik kedua belah pihak untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan tersebut, agar tidak berlarut larut dan tidak mengganggu aktifitas di pelabuhan.

Salah seorang nelayan yang ikut dalam aksi demo, mengaku pernah mendapatkan bantuan perahu dari PT Cemindo Gemilang beberapa tahun lalu. ”Saya ikut aksi ini, karena solidaritas sesama nelayan,” ungkap nelayan yang enggan ditulis namanya (bdi)