Warga Tutut Perbaikan Jalan Raya Carita-Anyer

Iklan Semua Halaman

.

Warga Tutut Perbaikan Jalan Raya Carita-Anyer

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Januari 2017

PANDEGLANG, METRO
Ratusan warga Carita kembali melakukan penutupan terhadap Jalan Raya Carita-Anyer tepatnya di depan pantai Karangsari di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, ksi belokade jalan yang diiringi dengan membakar ban tersebut mengakibatkan kemacetan hingga beberapa kilo meter. Dalam aksinya warga mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan terhadap jalur Carita-Anyer yang rusak seperti kubangan kerbau.

Berdasarkan pantauan Metropolitan , aksi demo yang dilakukan ratusan warga ini melakukan aksi long march menuju jembatan Cikalimati, Kecamatan Carita dan melakukan penutupan setengah jam serta memberhentikan beberapa truk kontainer yang dinilai sudah merusaka jalur Carita-Anyer sehingga sempat terjadi kemacetan yang berlangsung sekitar 20 menit, sepanjang dua kilo meter kondisi lalu lintas di jalur itu padat merayap. Akan tetapi, aksi tersebut bisa diurai karena adanya pengamanan dari pihak kepolisian.

Salah seorang warga Carita yang juga pengusaha hotel, Supriadi Pranky meminta Pemkab Pandeglang dan Provinsi Banten untuk segera memperbaiki Jalan Raya Carita-Anyer. Sebab, pemerintah sudah menggembor-gemborkan wisata pantai Carita menjadi icon, tetapi icon tersebut tidak sesuai dengan pembangunan yang ada dilapangan. "Buktinya dari dulu sampai sekarang jalan yang rusak parah seperti kubangan kerbau tidak adanya perbaikan," kata Pranky dalam aksinya, kemarin.

Jalan yang rusak tersebut pemerintah dinilai terkesan tidak punya perhatian terhadap warga Carita karena telah melakukan pembiaran terhadap jalan yang kondisinya rusak parah tersebut sehingga sudah menghambat terhadap objek pariwisata. "Kami minta Pemkab Pandeglang dan Provinsi Banten untuk segera melakukan perbaikan. Sebab, akibat jalan rusak aktivitas warga dan para wisatawan sudah terhambat, sehingga wisata sepi pengunjung," ujarnya.

Warga lainnya, Teja Heriyana mengatakan, jalur Carita-Anyer sudah menjadi jalur pariwisata. Akan tetapi, jalur tersebut penuh lubang akibat kendaraan besar yang melebihi tonase, sehingga pihaknya mendesak kepada pemerintah untuk lebih tegas menyetop terhadap kendaraan yang melebihi tonase tersebut. "Coba gimana jalan tidak rusak karena kontener dibiarkan hilir mudik di jalur wisata. Maka kami minta pemerintah untuk lebih tegas untuk tidak membiarkan truk itu kembali melewati jalur Carita," jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Pandeglang, Entol Supriadi mendukung langkah warga yang telah melakukan aksi demo tersebut. Sebab, aksi tersebut bebntuk aspirasi masyarakat yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. "Saya minta Pemprov Banten menanggapi aspirasi warga ini, karena memang jalan yang rusak sudah sangat menggangu terhadap aktivitas warga, sehingga harus segera di prioritaskan," tegasnya.(bdi)