38 Ruang Kelas Sejumlah SDN di Kec. Tambun Selatan Tidak Memiliki Mebeulair

Iklan Semua Halaman

.

38 Ruang Kelas Sejumlah SDN di Kec. Tambun Selatan Tidak Memiliki Mebeulair

Sku Metropolitan
Kamis, 16 Februari 2017
illustrasi
Bekasi, Metro
Sejumlah ruang kelas SD Negeri di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, tidak memiliki mebeulair sehingga ruang kelas (RK) itu tidak dapat difungsikan pihak sekolah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sekolah tersebut yakni, tiga RK di SDN Tambun 08, dua RK di SDN Setiamekar 04, tiga RK di SDN Tridaya 04, empat RK di SDN Sumberjaya 05, dua RK di SDN Setia Darma 01, empat RK di SDN Mangunjaya 04, dua RK di SDN Jatimulya 01, tiga RK di SDN Jatimuly 04, empat RK di SDN Mangunjaya 07, empat RK di SDN Jatimulya 10, enam RK di SDN Tridaya 03.

Menurut Kepala SD Negeri Mangunjaya 04 Sardin S.Ag mengatakan, saat ini ada kegelisahan sejumlah kepala sekolah yang mendapat bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) di tahun 2016 yang sampai saat ini belum menerima mebeulair. Padahal, tahun ajaran baru atau penerimaan murid baru sudah dekat.

Dikatakan Sardin, jika sampai bulan Juni mendatang mebeulair tidak dikirim oleh Pemda Bekasi maka akan berpotensi menciptakan kegaduhan pada PPDB tahun ini. Masyarakat akan mendesak pihak sekolah agar anaknya diterima di sekolah, sementara sarana belajar belum sepenuhnya mendukung. Untuk itu, Sardin berharap agar Pemda Bekasi merealisasikan kebutuhan mebeulair pada bangunan ruang kelas baru tahun 2016 lalu.

Senada dengan kepala sekolah, M. Talih membidangi Sarpras pada UPTD Pendidikan Kecamatan Tambun Selatan mengatakan, saat ini ada sekitar 38 ruang kelas di 11 SD Negeri di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Tambun Selatan yang sangat membutuhkan mebeulair dan hal itu sudah kamu ajukan pada Musrembang tahun 2016.

Disinggung angka yang cukup signifikan hingga mencapai 38 ruang kelas, Talih menjelaskan bahwa pembangunan RKB di tahun 2015 lalu juga belum menerima mebeulair, belum termasuk mebeulair yang rusak pada ruang kelas.

Talih berharap, sesuai pengajuan pada Musrembang 2016, kebutuhan mebeulair yang menjadi salah satu skala prioritas dapat dipenuhi Pemda Bekasi tahun ini, mengingat penerimaan murid baru sudah dekat. (MT)ika sampai bulan Juni mendatang mebeulair tidak dikirim oleh Pemda Bekasi maka akan berpotensi menciptakan kegaduhan pada PPDB tahun ini. Masyarakat akan mendesak pihak sekolah agar anaknya diterima di sekolah, sementara sarana belajar belum sepenuhnya mendukung. Untuk itu, Sardin berharap agar Pemda Bekasi merealisasikan kebutuhan mebeulair pada bangunan ruang kelas baru tahun 2016 lalu.

Senada dengan kepala sekolah, M. Talih membidangi Sarpras pada UPTD Pendidikan Kecamatan Tambun Selatan mengatakan, saat ini ada sekitar 38 ruang kelas di 11 SD Negeri di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Tambun Selatan yang sangat membutuhkan mebeulair dan hal itu sudah kamu ajukan pada Musrembang tahun 2016.

Disinggung angka yang cukup signifikan hingga mencapai 38 ruang kelas, Talih menjelaskan bahwa pembangunan RKB di tahun 2015 lalu juga belum menerima mebeulair, belum termasuk mebeulair yang rusak pada ruang kelas.


Talih berharap, sesuai pengajuan pada Musrembang 2016, kebutuhan mebeulair yang menjadi salah satu skala prioritas dapat dipenuhi Pemda Bekasi tahun ini, mengingat penerimaan murid baru sudah dekat. (MT)