BUMDes Basuta Raya Menopang Ekonomi Desa

Iklan Semua Halaman

.

BUMDes Basuta Raya Menopang Ekonomi Desa

Sku Metropolitan
Selasa, 28 Februari 2017
Kapuas, Metro
Pada Tahun Anggaran 2016 pemerintah merealisasikan kucuran dana desa triyunan rupiah untuk biaya pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana. Dan itu merupakan program berskala nasional untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan  yang ada di desa. Namun tujuan program pemerintah tidak terfokus pada infrastruktur saja melainkan juga pembangunan perekonomian pedesaan, sehingga desa dapat tumbuh dan berkembang.
Sarmidi
Kepala Desa Basuta Raya

Sejalan dengan program tersebut, pemerintah melalui Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 4 Tahun 2015, tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa, telah memberikan pedoman terhadap pemerintahan desa untuk mewujudkan BUMDes di semua desa.
Keberadaan BUMDes harus berdiri (terbentuk) dan berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan tarap perekonomian desa. Di wilayah Kabupaten Kapuas semua penyelenggaraan pemeritah desa dapat berjalan dengan kondusif. Dalam menyelenggarakan roda pemerintahan desa peran elemen masyarakat dituntut mewujudkan kontribusinya untuk menggali potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Untuk menunjang semua itu keberadaan BUMDes sangat diperlukan karena perannya dapat mengakomodir semua pihak yang bersifat usaha dan bisnis sesuai dengan kebutuhan yag diharapkan.
Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Desa Basuta Raya dibawah kepemimpinan Sarmidi selaku Kepala Desa telah mengambil inisiatif yang tepat untuk kemajuan desanya dan mendirikan BUMDES. Didasari dengan pengalaman dan pemikiran pandangan prospek ke depan, dan itu sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Desa No. 4 Tahun 2015, tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Dengan terbentuknya BUMDES ini sebagai langkah awal pihaknya telah melokasikan dana untuk modal dasar sebesar Rp 100 juta  dari dana desa yang bersumber APBN Tahun 2016.
Desa Basuta Raya yang saat ini berpenduduk 36 KK yang letak posisinya ± 15 Km dari Mandomai Ibu Kota Kecamatan Kapuas Barat, yang secara geografis berjarak tempuh 35 Km ke Ibu Kota Kabupaten Kuala Kapuas.

Keberadaan desa tersebut sangat strategis, karena tak jauh dengan lokasi perkebunan sawit PBS (Perusahaan Besar Sawit) PT. LIFERE AGRO KAPUAS yang saat ini sedang beroperasi.

Penomena yang punya prospek ini sudah barang tentu sangat menjanjikan harapan bagi warga Desa Basuta Raya khususnya. Bagaimana pun juga keberadaan perusahaan ini akan berdampak ekonomis dan positif bagi warga sekitar. Oleh karenanya diharapkan PBS tersebut dapat menyediakan lapangan pekerjaan terutama bagi warga masyarakat luas justru itu suatu kemudahan juga bagi perusahaan tersebut menyerap tenaga kerja yang siap pakai dan tersedia oleh keberadaan desa Basuta Raya tersebut.

Sebagai langkah untuk memulai kegiatan usaha pihak manajemen BUMDES ini terlebih dahulu menjalin mitra kerja dengan salah satu PBS (Perusahaan Besar Sawit) PT. LAK, karena komunikasinya baik sehinnga usahanya dapat berjalan lancar.

Kendati beberapa bidang usaha akan dirintis, namun mengingat usia BUMDES relatif muda, maka yang dapat dikerjakan hanya usaha bidang pelayanan jasa angkutan buah sawit saja.
Meskipun dirasa masih belum profesional pihak manajemen BUMDES selalu berupaya saling melengkapi kekurangannya, baik masalah manajemen keuangan, tenaga / karyawan maupun kebutuhan sarana dan prasarana lainnya.

Dalam kegiatan dilapangan pihak BUMDES telah bekerjasama dengan pemilik armada angkutan (truck) yang komitmennya bersifat saling menguntungkan. Untuk mengantisipasi muatan buah sawit telah dioperasionalkan 5-7 unit armada truck dalam setiap hari yang rutenya dari lokasi perkebunan PBS PT LAK Kecamatan Kapuas Murung dengan tujuan PT. BMKS dan Palaminan Kota Marabahan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Pengoperasian sejumlah armada truck tersebut dapat dilakukan kalau tidak ada kendala cuaca dan jika cuaca buruk, musim penghujan tiba jalan kondisi becek susah dilewati frekuensi angkutan bisa dilakukan hanya 9 (sembilan) kali saja dalam per bulan.

Rata-rata angkutan perbuah truck dengan muatan 7.800 / ton jasa yang dapat disisihkan untuk BUMDES hanya Rp. 7 / kg sedangkan untuk pemilik armada truck jasa angkut disesuaikan dengan timbangan di pabrik sawit dengan kalkulasinya telah ditetapkan menurut komitmennya.

Dengan rintisan awal dan kegiatan hanya terfokus pada pelayanan jasa ini sudah tergambar rata-rata omsset / keuntungn untuk BUMDES Rp. 2.202.550/ bulan dari modal pokok yang dikeluarkan Rp. 48.141.450 atau memperoleh keuntungan ± 4% .

Dengan penuh rasa optimis Bapak Sarmidi berharap BUMDES ini dapat berkembang dan akan merintis bidang usaha lainnya seperti usaha untuk penampungan buah sawit dari masyarakat, serta bidang-bidang usaha lainnya

BUMDES sementara waktu Sekretariat  berkantor di Balai Desa, dan sebagai pengurus adalah Sarmidi sebagai Komisaris, Hendri Irawan sebagai Diektur, Ahmad Fathoni sebagai Sekretaris dan Ahmad Zainisebagai sebagai Bendahara

Dengan terbentuknya BUMDES Desa Basuta Raya pemerintahan desa ini dapat memotivasi semua warga masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian ditingkat pedesaan. Kegiatan ini diharapkan membangun jenis-jenis usaha untuk menambah penghasilan dan guna meningkatkan tarap hidup untuk kemakmuran warga dan masyarakat. (Ahza)