Pegawai BPJS Diduga Gelembungkan Biaya Rumah Sakit

Iklan Semua Halaman

.

Pegawai BPJS Diduga Gelembungkan Biaya Rumah Sakit

Sku Metropolitan
Senin, 20 Februari 2017
Lampura,  Metro. - Keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.(BPJS), merupakan kebanggaan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan baik, akan tetapi, masih ada pentugas BPJS melakukan penggelembungan biaya perawatan pasein.
Pasalnya, pasien Rumah Sakit Handayani mengeluhkan tindakan pegawai BPJS yang diduga dengan segaja menggelambungakn biaya perawatan, tanpa memberikan rincian biaya.  

Jeki (28),  menjelaskan,  orang tua saya dirawat di rumah sakit Handayani Kotabumi Lampung utara, sejak tanggal 1/2/2017 hingga tanggal 4/2/2017, menggunakan kartu BPJS Pegawai Negeri Sipil (PNS) kelas 1. Ketika dirawat di rumah sakit, orang tua saya naik kelas ke VIP ada tambahan biaya. Ketika hendak keluar dan membayar atminnistrsi di kasir BPJS, saya terkejut, karena penambahan pembayaran sebesar Rp.2,147,475, Biaya itu dihitungan kasir BPJS, bernama Yeni  yang berada di RS Handayani, tutur nya.

Dia menambahkan, ketiaka kami mempertanyakan tingginya biaya perawatan, Yeni menjelaskan, bahwa “hal itu dudah peraturan baru Kementerian Kesehatan, 75 persen biaya dibayar oleh pasien BPJS, sedangkan biaya yang ditangung BPJS hanya 25% itu peraturan baru”, ujar Jeki menirukan uangkapan Yeni. 

Dr Jauhari, mengatakan, petugas BPJS salah hitung, dari kelas I naik ke ruang VIP, biayanya hanya tambah sebesar Rp 148.000. petugas BPJS yang telah menerima pembayaran sebesar Rp 2.147.475, harus dikembalikan kepada pasein. Pasein telah membayar biaya perawatan berdasarkan penyakit, bukan berdasarkan orang di Kementerian Kesehatan. Yani bukan petugas Rumah sakit Handayani melainkan petugas BPJS, katanya. .(RAMA FY)