Pembangunan Pelabuhan Domestik Sekupang “Molor”

Iklan Semua Halaman

.

Pembangunan Pelabuhan Domestik Sekupang “Molor”

Sku Metropolitan
Selasa, 28 Februari 2017
Batam, Metro
Pembangunan Terminal Ferry Domestik Sekupang dan Telaga Punggur telah mencapai jatuh tempo. Namun pembangunan tampak belum kelar pembangunannya.

Pantauan di lapangan masih ada kekurangan di sana sini. Bahkan pembangunan kedua pelabuhan tersebut masih dikerjakan sampai saat ini.

Rencananya BP Batam sebelumnya akan meresmikan pelabuhan tersebut pada 22 Februari 2017, sayangnya batal dikarenakan pembangunan belum rampung.

Wartawan Surat Kabar Umum Metropolitan mencoba melihat suasana di lokasi pelabuhan akhir-akhir ini. Para pekerja terlihat sedang membersihkan bekas-bekas pembangunan, besi-besi bekas bangunan dikumpulkan, perbaikan-perbaikan kecil juga dilakukan.

"Pembangunannya sudah selesai, sekarang lagi tahap finishing, ini lagi angkut besi-besi bekasnya," ujar salah seorang pekerja di Pelabuhan Telaga Punggur.

Dari keterangan salah satu petugas Ditpam bahwa Pembangunan Pelabuhan hanya pada bangunan dan akses jalan di pelabuhan, untuk parkirnya kedepan BP Batam akan menenderkan kepada perusahaan yang ingin membangun area parkir pelabuhan.

"Kalau parkir belum bisa dibangun, masih menunggu ditenderkan, sekarang kan cuman bangun gedung saja," kata pria paruh baya tersebut.

Ia juga mengatakan untuk kedepan, aktivitas pelabuhan bisa pindah ke gedung yang baru dibangun namun dilakukan secara bertahap.

"Nanti pasti pindah, keberangkatan, kedatangan, penjualan tiket dan lainnya nanti akan menempati gedung baru, mungkin bisa dua bulan lagi baru pindah tunggu tahap finishing pembangunan karena sekarang ini masih 90 persen yang baru siap dibangun sisanya lagi sedang proses," katanya.

Kontrak proyek sudah berakhir semenjak 30 Desember 2016 lalu, namun karena keterlambatan Perusahaan yang menangani Pelabuhan Domestik Sekupang dan Telaga Punggur tersebut harus membayar denda akibat keterlambatan pengerjaan pembangunan pelabuhan sebesar Rp 1,9 juta perhari. (Yalianto Sinurat)